Harga perak global baru saja mengalami "flash crash" hingga turun sekitar 30% dalam satu hari, sementara emas juga ikut anjlok lebih dari 10% setelah Presiden AS Donald Trump resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru. Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi investor emas–perak Indonesia tentang bagaimana politik moneter bisa mengguncang aset safe haven dalam hitungan jam. Apa yang Sebenarnya Terjadi? Perak spot ambruk lebih dari 30% dan sempat diperdagangkan di kisaran sekitar 79–80 dolar AS per ons, mencatat hari terburuknya sejak dekade 1980-an. Emas turun lebih dari 10–12% dari rekor tertingginya, dengan beberapa kontrak berjangka emas merosot hingga area 4.700–5.000 dolar AS per ons. Penurunan tajam ini terjadi hanya beberapa hari setelah emas, perak, dan tembaga mencetak rekor harga tertinggi dalam sejarah sebelum aksi jual masif dimulai. Ilustrasinya: banyak trader ritel masuk logam muli...
News about Business, Investment, Financial & Trading