Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru: Kamis, 29 Januari 2026


Pasar Keuangan Indonesia Bergolak: Emas Meroket, IHSG Ambruk, Kripto Fluktuatif

Harga emas dunia mencapai rekor baru USD 5.500 per ounce pada Kamis, 29 Januari 2026, sementara di Indonesia emas Antam tembus Rp 3,30 juta per gram di Pegadaian. Sementara itu, IHSG anjlok hingga 8% memicu trading halt oleh BEI, dan pasar kripto menunjukkan pergerakan campuran.

Emas Capai Puncak Baru

Harga emas spot global naik 1,7% menjadi USD 5.275 per ounce, menyentuh rekor USD 5.311 sebelum stabil. Di pasar domestik, emas Antam di Pegadaian naik signifikan ke Rp 3,30 juta per gram untuk harga jual, didorong kenaikan global dan pelemahan rupiah. Investor beralih ke emas sebagai safe haven di tengah gejolak pasar saham.

IHSG Anjlok, Trading Halt Berulang

IHSG dibuka turun 7,25% ke 7.715 pada pukul 09.21 WIB, sebelum BEI terapkan trading halt setelah penurunan 8% ke level 7.654. Indeks L45 ikut tertekan 5,36%, dengan mayoritas saham merah meski ada gainer seperti VINS (+24,18%) dan BPII (+19,63%). Penurunan ini melanjutkan tren bearish, tinggalkan level 8.000.

Kripto Menguat Tipis di Tengah Tekanan

Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menguat tipis masing-masing 0,22% ke USD 3.014 untuk ETH, meski pasar kripto secara keseluruhan melemah. Sentimen positif dari rencana ETF kripto Jepang pada 2028 mendukung aset digital, dengan aset ETF Bitcoin AS capai USD 115,8 miliar. Namun, BTC kembali di bawah tekanan jual.

Forex: Rupiah Melemah Lagi

Kurs USD/IDR di Bank BRI berada di kisaran beli Rp 16.565 - jual Rp 16.865 per 29 Januari 2026 pukul 08:33 WIB. EUR/IDR di Rp 19.791 - Rp 20.309, sementara JPY/IDR Rp 107,76 - Rp 111,38. Pelemahan rupiah sejalan dengan volatilitas global dan penurunan IHSG.


Kesimpulan

Pasar keuangan hari ini didominasi kontradiksi: emas sebagai lindung nilai unggul sementara saham domestik hancur dan kripto ragu-ragu. Investor disarankan diversifikasi, pantau kebijakan The Fed, dan hindari spekulasi berlebih untuk mitigasi risiko di tengah volatilitas tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu UAN Coin (UAN Token)?

Berdasarkan karakteristiknya, UAN Token/Coin memiliki perbedaan mendasar dengan koin kripto utama yang sudah lama beredar seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), serta memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. UAN Coin (disebut juga UAN Token ) adalah aset digital terkini yang termasuk dalam kategori Token (BEP-20) . 1. Perbedaan Mendasar (UAN Token vs. Koin Utama) Perbedaan paling signifikan terletak pada status teknisnya dan model nilai yang ditawarkan: Kategori UAN Coin (UAN Token) Koin Utama (Contoh: Bitcoin, Ethereum) Status Teknis Token (BEP-20) . Dibangun di atas blockchain yang sudah ada (yaitu Binance Smart Chain ). Coin . Memiliki jaringan blockchain independen sendiri. Utilitas Utama Investasi Komunitas & Profit Sharing dari Bisnis Riil . Fokus pada program sta...

Investasi Emas Aman, Mudah dan Terjangkau mulai dari Rp 5000

Tertarik Investasi di Logam Mulia seperti Emas?  Yuk, coba Investasi Emas Fisik Digital di TREASURY , Investasi Emas Fisik Digital #AmanMudahTerjangkau Mulai Dari Rp 5.000-an! Treasury adalah aplikasi investasi emas fisik digital pertama yang mendapatkan izin dari BAPPEBTI dan diawasi oleh KOMINFO . Aplikasi Treasury dirancang untuk memberikan pengalaman investasi emas digital yang AMAN, MUDAH, dan TERJANGKAU.  Treasury sudah dipercaya lebih dari 4.000.000++ pengguna. Investasi emas digital dalam aplikasi Treasury bisa dicetak dalam bentuk emas batangan asli ANTAM dan UBS Logam Mulia 24 karat . Treasury juga mendukung berbagai pilihan metode pembayaran seperti Gopay , OVO , Dana , LinkAja , ShopeePay , BCA Virtual Account , serta bank lainnya. Pembayaran juga bisa dilakukan melalui gerai retail seperti Alfamart , Indomaret , Alfamidi, Lawson, dan Dan+Dan. Treasury memastikan keamanan dan kenyamanan dalam setiap transaksi emas digital. DAFTAR & Download sekarang dan mul...

⚖️ Emas vs Perak: Pilih Mana untuk Investasi Logam Mulia Terbaik Anda?

Investasi Emas , Investasi Perak, Logam Mulia, Safe Haven, Volatilitas Memilih instrumen investasi yang tepat seringkali menjadi tantangan, apalagi di tengah banyaknya pilihan. Dua logam mulia, emas dan perak , telah lama menjadi pilihan favorit. Emas dikenal sebagai "aset safe haven ", sementara perak menawarkan potensi pertumbuhan yang agresif. Namun, di antara kedua aset berharga ini, manakah yang paling ideal untuk portofolio Anda? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan investasi emas dan perak dari berbagai sisi agar Anda dapat mengambil keputusan yang paling optimal. 🌟 Emas: Stabilitas, Likuiditas, dan Perlindungan Nilai Jangka Panjang Emas telah menjadi standar kekayaan selama ribuan tahun. Dalam dunia investasi modern, emas memegang peran krusial, terutama bagi investor yang mengutamakan keamanan dan stabilitas. ✅ Keunggulan Investasi Emas: Stabilitas dan Safe Haven : Harga emas cenderung lebih stabil dan seringkali meningkat saat terjadi...

Strategi Danantara di Pasar Modal: Pandu Sjahrir Ungkap Fokus Fundamental, Hilirisasi, dan Misi Jadi Top 3 Asia

Danantara Investment Management , Pandu Sjahrir , Strategi Investasi Danantara, Pasar Modal Indonesia, Sovereign Wealth Fund , Investasi BUMN, Saham Fundamental, Hilirisasi SDA Danantara Investment Management (Daya Anagata Nusantara) , sebagai Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang mengelola aset negara, menjadi sorotan utama di kalangan investor. Dalam wawancara eksklusif, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, memaparkan strategi ambisius yang tidak hanya bertujuan mencari return finansial, tetapi juga membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dan pasar modal terdepan di Asia. Berikut adalah poin-poin kunci dari strategi investasi Danantara yang berfokus pada pembangunan jangka panjang dan peningkatan kepercayaan pasar. 1. Misi Utama: Menciptakan Kepercayaan (Confidence) dan Long-Term Value Danantara beroperasi sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), yang berarti fokus utamanya adalah menciptakan nilai aset negara secara berkelanjutan untuk generasi menda...

Berita Bisnis Hari ini

  Aliran Modal Asing Masuk Rp1 Triliun Pekan Ini, Pasar Saham Indonesia Bergerak Positif Pasar saham Indonesia mencatatkan aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp1 triliun pada pekan terakhir Oktober 2025, meskipun secara kumulatif sejak awal tahun modal asing masih keluar bersih Rp179,17 triliun. Modal asing ini terutama masuk ke pasar saham sebesar Rp4,40 triliun, dengan keluaran modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Nilai tukar rupiah juga menguat tipis ke level Rp16.620 per dolar AS, dan imbal hasil SBN 10 tahun naik tipis menjadi 6,04 persen. Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik. Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi para investor terkait stabilitas pasar keuangan Indonesia. Harga Emas Mulai Fluktuatif, namun Proyeksi Naik di November Harga emas dunia mulai menunjukkan fluktuasi dalam beberapa hari terakhir, tapi seca...

Berita Bisnis Terbaru: Sabtu, 8 November 2025

Kabar Terbaru di Dunia Bisnis dan Investasi Hari Ini Pasar bisnis dan investasi hari ini menunjukkan dinamika yang menarik dengan beberapa indikator penting yang perlu dicermati. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,07% ke posisi 8.342,842 didorong terutama oleh sektor teknologi yang menunjukkan kenaikan signifikan. Hal ini menandakan minat investor yang mulai meningkat di sektor teknologi dalam pasar saham Indonesia . Sementara itu, di sektor investasi emas, harga emas batangan Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000 hingga Rp 9.000 per gram, mencerminkan peningkatan minat beli dari investor dan penguatan harga emas global. Harga emas Antam hari ini tercatat Rp2.299.000 per gram, dengan berbagai pilihan gramasi tersedia untuk pembelian. Di pasar forex, dolar AS masih menunjukkan kekuatan terhadap mata uang utama lain, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS yang terus menanjak mendekati 4,61% untuk tenor 10 tahun. Pelaku pasar tetap be...

Bitcoin: Mata Uang Kebebasan atau "Prototipe Kontrol" Milik Pentagon? Menguak Misteri Satoshi Nakamoto

Kata Kunci Utama: Bitcoin , Satoshi Nakamoto , Teori Konspirasi Bitcoin, DARPA , CBDC , Desentralisasi, SHA256 Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Mengubah Segalanya Sejak kemunculannya pada 2008, Bitcoin selalu dikaitkan dengan narasi "kebebasan finansial" dan perlawanan terhadap sistem perbankan sentral. Namun, sebuah teori konspirasi yang semakin populer menyajikan perspektif yang mengejutkan: Bagaimana jika Bitcoin bukanlah gerakan grassroots , melainkan sebuah eksperimen intelijen yang dirancang oleh lembaga pertahanan Amerika Serikat, seperti Pentagon atau CIA? Artikel ini akan membedah argumen teknis dan historis di balik teori tersebut, menghubungkannya dengan sejarah lahirnya internet, dan menganalisis dampaknya terhadap perdebatan masa depan mata uang digital bank sentral (CBDC). 1. Menilik Akar Desentralisasi: Dari Kebutuhan Militer ke Kebebasan Digital Untuk memahami teori ini, kita harus mundur ke tahun 1958. Lahirn...