Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru: Jumat, 27 Februari 2026


Emas Tertekan di Rp 3,2 juta/gram, Kripto Berdarah dan IHSG Masih Tertekan – 27 Februari 2026

Pasar keuangan global dan domestik hari ini, Jumat 27 Februari 2026, bergerak cukup bervariasi dengan sentimen risk‑off masih menguat seiring tekanan suku bunga dan ketegangan geopolitik. Emas dunia bergerak di kisaran sekitar US$5.180–US$5.200 per troy ounce, sementara di pasar lokal harga emas Antam dan UBS mengalami koreksi tipis meski masih berada di atas Rp3 juta per gram.

Emas: stabil di atas US$5.180/oz

Di pasar spot global, harga emas spot terpantau menguat ke sekitar US$5.185–US$5.186 per troy ounce, naik tipis dibandingkan level Rabu, di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan tetap agresif namun adanya ketegangan geopolitik AS–Iran masih mendorong permintaan safe‑haven.

Namun, analis menilai emas masih terkoreksi di bawah level psikologis US$5.200, sehingga potensi koreksi lebih lanjut masih terbuka jika sentimen perdagangan global membaik.

Di Indonesia, harga emas batangan Antam turun menjadi sekitar Rp3,283 juta per gram, turun Rp43 ribu dibandingkan hari sebelumnya, sementara UBS di sahabatpegadaian berada di Rp3,083 juta per gram dengan kenaikan minor.

Harga buyback emas Antam juga naik menjadi Rp2,824 juta per gram, menunjukkan likuiditas logam mulia tetap terjaga meski masyarakat berhati‑hati mengambil untung.

Saham: IHSG anjlok di awal sesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok hampir 1% pada perdagangan Jumat ini, setelah dibuka di kisaran 8.211 dan sempat menyentuh level terendah 8.093 di sepanjang sesi pagi.

Hanya satu sektor yang tetap berada di zona hijau, sementara indeks LQ45 turun lebih dari 1%, menunjukkan sentimen pasar domestik yang masih lesu.

Analis pasar menyebut tekanan IHSG hari ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap tingginya suku bunga global dan profit‑taking pasca rally beberapa pekan sebelumnya, meski beberapa riser utama masih menahan IHSG tidak terjun lebih dalam.

Pergerakan saham dengan kapitalisasi besar turut berkontribusi terhadap tekanan indeks, sehingga investor disarankan lebih selektif dan memperhatikan fundamental serta rasio valuasi.

Kripto: Bitcoin tembus Rp1,1 miliar tapi masih berdarah

Di pasar kripto, harga Bitcoin (BTC) berada di level sekitar USD 67.213 per koin, setara kurang lebih Rp1,12 miliar dengan kurs dolar AS di kisaran Rp16.61.

Namun dalam 24 jam terakhir, Bitcoin masih turun 1,44%, meski secara mingguan masih menguat 0,75%, menunjukkan dinamika volatilitas tinggi di aset kripto.

Ethereum (ETH) juga berada di zona merah dengan pelemahan harian sekitar 2,44%, meski dalam satu minggu masih mencatat kenaikan 1,93%.

Kripto lain seperti BNB dan Cardano (ADA) juga terkoreksi di bawah 1–3% pada hari ini, sehingga mayoritas aset kripto kapitalisasi besar kompak memerah di awal pekan ini.

Forex & mata uang utama

Di pasar valas, dolar AS masih berotot setelah data ekonomi AS menunjukkan daya tahan inflasi dan ketenagakerjaan, sehingga mendorong ekspektasi The Fed bertahan di level suku bunga tinggi.

Emas dan major currencies seperti euro dan yen bergerak sideways dengan sedikit tekanan, sementara mata uang negara berkembang secara umum tertekan terhadap dolar AS.

Kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini masih bergerak di rentang sekitar Rp16.60–Rp16.65, relatif stabil namun cenderung tetap kuat di tengah arus modal yang masih berhati‑hati.

Kondisi ini membuat investor lokal perlu memperhatikan risiko nilai tukar ketika mengalokasikan dana ke aset dollar‑denominated.

Aset digital & komoditas lain

Selain emas dan kripto, beberapa komoditas seperti tembaga dan bahan baku industri lainnya bergerak relatif stabil atau hanya mengalami fluktuasi moderat di pasar global, menandakan belum ada tekanan suplai–permintaan yang signifikan.

Namun, para pelaku pasar tetap waspada terhadap sentimen manufaktur global dan kebijakan fiskal yang berpotensi mengubah arah harga komoditas dalam jangka menengah.

Di sisi aset digital, meski harga kripto mayoritas turun, arus masuk ke ETF kripto dan produk terstruktur lain masih terpantau stabil, sehingga menunjukkan minat investor institusional terhadap kripto belum surut meski volatilitas tinggi.


Kesimpulan

Hari ini, 27 Februari 2026, pasar keuangan bergerak netral–negatif dengan emas global masih bertahan di atas US$5.180 per troy ounce namun terkoreksi di bawah level psikologis US$5.200, sementara harga emas dalam negeri Antam turun tipis ke kisaran Rp3,28 juta per gram.

Di pasar saham, IHSG anjlok hampir 1% di awal sesi dengan mayoritas sektor merah, menunjukkan sentimen risk‑off yang masih kuat di domestik.

Di sisi kripto, meski Bitcoin sudah menembus Rp1,1 miliar per koin, harga mayoritas aset kripto kapitalisasi besar masih bergerak di zona merah dalam 24 jam terakhir, sehingga investor disarankan mengelola risiko, diversifikasi, dan tidak mengalokasikan dana lebih dari kapasitas rugi di tengah volatilitas tinggi.

Sementara dolar AS tetap kuat terhadap rupiah dan kawasan, sehingga perlu kewaspadaan ekstra pada posisi forex dan aset dollar‑denominated.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

⚖️ Emas vs Perak: Pilih Mana untuk Investasi Logam Mulia Terbaik Anda?

Investasi Emas , Investasi Perak, Logam Mulia, Safe Haven, Volatilitas Memilih instrumen investasi yang tepat seringkali menjadi tantangan, apalagi di tengah banyaknya pilihan. Dua logam mulia, emas dan perak , telah lama menjadi pilihan favorit. Emas dikenal sebagai "aset safe haven ", sementara perak menawarkan potensi pertumbuhan yang agresif. Namun, di antara kedua aset berharga ini, manakah yang paling ideal untuk portofolio Anda? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan investasi emas dan perak dari berbagai sisi agar Anda dapat mengambil keputusan yang paling optimal. 🌟 Emas: Stabilitas, Likuiditas, dan Perlindungan Nilai Jangka Panjang Emas telah menjadi standar kekayaan selama ribuan tahun. Dalam dunia investasi modern, emas memegang peran krusial, terutama bagi investor yang mengutamakan keamanan dan stabilitas. ✅ Keunggulan Investasi Emas: Stabilitas dan Safe Haven : Harga emas cenderung lebih stabil dan seringkali meningkat saat terjadi...

Berita Bisnis Terbaru: Sabtu, 3 Januari 2026

Pasar Kripto Hijau di Awal 2026 Pasar kripto memulai tahun 2026 dengan momentum positif. Bitcoin (BTC) naik 2,12% dalam 24 jam terakhir menjadi USD 90.209 atau sekitar Rp 1,50 miliar, sementara Ethereum (ETH) dan Dogecoin juga menghijau signifikan. XRP mencatat kenaikan terbesar sebesar 8,47% ke USD 2,02, didorong optimisme Ripple pasca-kemenangan hukum di 2025. IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali 2026 dengan penguatan 1,17% ke level 8.748 pada Jumat (2/1/2026). Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor domestik terhadap prospek ekonomi Indonesia . Rupiah sedikit melemah 0,27% ke Rp 16.715 per USD, tapi sentimen positif saham tetap kuat. Emas Antam Stabil di Rp 2,5 Juta Harga emas Antam hari ini stabil di Rp 2.504.000 per gram, sama dengan hari sebelumnya. Secara global, emas spot bertahan di USD 4.313 per ons setelah rekor USD 4.549 pada akhir 2025, naik 64% sepanjang tahun lalu. Emas buyback tercatat Rp 2.444.600 per gram. ...

Berita Bisnis Hari ini

Bisnis & Investasi: IHSG Menguat Didukung Sentimen The Fed Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke level 8.177,83 dengan kenaikan 0,91% dan potensi untuk terus naik hingga menembus level resistance 8.180-8.200. Penguatan ini dipicu oleh keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps), memberikan sentimen positif di pasar saham Indonesia. Investor asing juga melakukan aksi beli dengan nilai net buy mencapai Rp3,8 triliun. Sektor-sektor yang memimpin penguatan antara lain basic materials (3,44%), financials (1,56%), consumer cyclicals (1,54%), dan transportasi-logistik (0,97%). Saham unggulan seperti BBRI , BMRI , SMGR , serta saham-saham sektor konsumer dan energi mengalami kenaikan signifikan. Namun, ada ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed ke depan yang dapat memberikan tekanan pada pergerakan IHSG selanjutnya. Rekomendasi saham hari ini dari para analis a...

Berita Bisnis Hari ini

Pergerakan Pasar Saham dan Prediksi IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025, ditutup turun 1,04% dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,06 triliun dan volume sebanyak 29,02 miliar lembar saham. Meski demikian, ada aksi beli oleh investor asing sebesar Rp 170 miliar dengan saham-saham pilihan seperti BBCA , ASII , AMRT , IMPC , dan UNTR yang banyak dibeli asing. Untuk hari Kamis, 23 Oktober 2025, para analis memperkirakan IHSG berpotensi kembali menguat, dengan level support di kisaran 8.050-8.100 dan resistance di 8.250-8.300. Namun, penguatan ini diperkirakan terbatas dan ada potensi koreksi ke rentang 8.033-8.120. Rekomendasi saham untuk dicermati hari ini termasuk PT Surya Internusa Semesta (SSIA), PT Jhonlin Agro Raya (JARR), dan PT Bank Central Asia (BBCA) serta opsi buy on weakness untuk ADRO , AKRA , KLBF , dan speculative buy untuk MDKA . Harga Emas Terkini dan Prediksi Harga emas di pasar dunia mengalami tekanan turun dan saat in...

Berita Bisnis Hari ini

Kondisi Pasar Emas Terbaru Harga emas Antam di Pegadaian pada hari ini mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp36.000 per gram menjadi Rp2.590.000 . Kenaikan ini dipicu oleh penguatan harga emas dunia yang mencapai sekitar US$4.132,76 per troy ounce serta ketegangan geopolitik terbaru dan ekspektasi data inflasi AS yang mempengaruhi pasar global. Sebagai aset safe haven , emas kembali mendapat minat investor karena kondisi ekonomi dan geopolitik yang masih dinamis. Selain itu, harga emas dari merek lain seperti Galeri24 dan UBS juga mengalami kenaikan, masing-masing dijual di kisaran Rp2.445.000 dan Rp2.454.000 per gram . Namun, harga emas batangan Antam yang dijual di pasar lain tercatat turun tipis menjadi Rp2.350.000 per gram , sehingga ada perbedaan harga tergantung platform dan tempat penjualan (Pegadaian vs pasar umum). Secara global, harga emas juga sempat mengalami fluktuasi karena perkembangan data ekonomi AS yang mempengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga dari...

Berita Bisnis Terbaru: 5 November 2025

Pancaran Sentimen Positif Dorong Pasar Emas, Forex, Kripto, dan Saham di Awal November 2025 Emisi data ekonomi Indonesia dan global menunjukkan tren pemulihan yang moderat meskipun ada ketidakpastian global. Pemerintah Indonesia menegaskan momentum pertumbuhan tetap terjaga melalui kebijakan fiskal , reformasi struktural , dan dukungan terhadap investasi swasta . Konsensus pasar menyoroti potensi dorongan belanja pemerintah sebagai akselerator utama pada kuartal IV-2025, meski volatilitas eksternal tetap tinggi. Efeknya, sektor keuangan nasional menunjukkan perbaikan likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko terdampak stabilitas fiskal yang lebih kuat. Harga emas cenderung stabilize memasuki bulan November, dipicu oleh kekhawatiran geopolitik yang berangsur meredam risiko inflasi. Sentimen risiko global yang terkendali mendorong investor mencari lindung nilai di logam mulia ini, meski beberapa analis memperkirakan volatilitas tetap terjadi seiring rili...

Warren Buffett: Mengapa Emas Adalah "Aset Paling Berbahaya" Saat Ini dan Strategi Investasi Anti-Gagal (3 Langkah Jenius)

Meta Deskripsi: Pahami mengapa Warren Buffett menyebut emas sebagai " aset paling berbahaya " dalam pandangan terakhirnya. Temukan konsep " Divergensi Kekayaan Besar " dan 3 langkah strategis investasi Buffett untuk membangun kekayaan jangka panjang, mengalahkan inflasi , dan mengoptimalkan portofolio. Emas di Tengah Ketakutan Inflasi: Benarkah Aset "Penyelamat"? Dalam lingkungan keuangan yang penuh gejolak, inflasi tinggi, dan ketidakpastian global, emas kembali menjadi sorotan. Banyak pakar menyebut logam mulia ini sebagai satu-satunya " jangkar di tengah badai ." Namun, investor legendaris dan Oracle of Omaha , Warren Buffett , justru mengeluarkan peringatan keras: "Ini adalah waktu paling berbahaya untuk Emas." Mengapa Buffett, yang dikenal sebagai investor nilai , memiliki pandangan yang bertentangan dengan sentimen pasar saat ini? Jawabannya terletak pada pemahaman fundamental tentang apa itu emas—dan apa yang seharus...