Langsung ke konten utama

Waspada! Faktor & Tanda Kapan Harga Emas Akan Turun

Video ini membahas faktor-faktor utama dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai kapan harga emas berpotensi turun. Emas sering dianggap aset aman, tetapi harganya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan lokal.

5 Faktor Utama yang Memicu Penurunan Harga Emas

  1. Kenaikan Suku Bunga Global (Terutama The Fed): Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga, menyimpan uang dalam Dolar AS menjadi lebih menarik (imbal hasil tinggi). Investor beralih dari emas ke Dolar atau obligasi AS, menyebabkan permintaan global terhadap emas menurun dan menekan harga, termasuk harga emas Antam di Indonesia.
  2. Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS: Harga emas dunia dihitung dalam Dolar. Jika Dolar melemah dan Rupiah menguat (misalnya karena ekonomi Indonesia stabil), harga emas dalam Rupiah otomatis akan turun.
  3. Penurunan Permintaan di Dalam Negeri: Saat ekonomi membaik, masyarakat cenderung mengalihkan uangnya dari emas ke investasi lain yang dianggap lebih produktif (saham, properti). Menurunnya minat beli emas menyebabkan kelebihan pasokan dan harga lebih mudah turun.
  4. Kebijakan Bank Indonesia (Kenaikan BI Rate): Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) membuat bunga tabungan dan deposito perbankan menjadi lebih besar. Masyarakat beralih menyimpan uang di bank, bukan di logam mulia, yang berujung pada penurunan permintaan dan pelemahan harga emas.
  5. Stabilitas Ekonomi Global: Emas bersinar saat dunia kacau. Ketika ekonomi global stabil, konflik mereda, dan inflasi terkendali, investor merasa aman untuk kembali ke aset yang lebih berisiko (saham). Permintaan emas sebagai aset lindung nilai pun menurun.

5 Tanda Kapan Harga Emas Akan Turun

  • Harga Emas Dunia Melemah Berturut-turut: Penurunan kecil yang konsisten di pasar global adalah sinyal awal sebelum harga emas di Indonesia (Antam) ikut terkoreksi beberapa hari atau minggu kemudian.
  • Meningkatnya Aktivitas Penjualan Emas di Dalam Negeri: Toko emas atau pegadaian tiba-tiba ramai oleh orang yang **menjual** emas, bukan membeli. Hal ini terjadi ketika harga sudah mencapai titik tertinggi dan banyak orang mengambil untung, menciptakan kelebihan pasokan.
  • Pengumuman Kenaikan Suku Bunga BI atau The Fed: Kebijakan ini hampir selalu menjadi sinyal bahwa harga emas akan melambat pergerakannya karena aset berbunga menjadi lebih menarik.
  • Penguatan Nilai Tukar Rupiah Secara Konsisten: Ketika Rupiah menguat secara signifikan dan bertahan lama terhadap Dolar AS, harga emas dalam negeri hampir selalu ikut melandai karena acuan harganya dihitung dalam Dolar.
  • Harga Emas Antam Tidak Ikut Naik saat Harga Emas Dunia Meningkat: Kondisi ini menandakan bahwa permintaan di dalam negeri mulai melemah atau tekanan jual sedang tinggi. Pasar lokal tidak mampu mengikuti tren global, menjadi pertanda koreksi besar.

Kesimpulan: Investor yang cerdas bukanlah yang menebak harga, melainkan yang mampu **membaca tanda-tanda** dari suku bunga, tren Rupiah, dan perilaku pasar. Kesiapan dan kewaspadaan adalah kunci untuk memanfaatkan peluang beli saat harga melemah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berita Bisnis Terbaru: Kamis, 12 Februari 2026

Pasar Keuangan Indonesia Hari Ini: IHSG Menguat, Emas dan Kripto Melemah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat hari ini setelah penutupan positif kemarin, sementara harga emas Antam dan aset kripto mengalami tekanan penurunan. Berita ini merangkum pergerakan terkini di saham, emas, forex, dan kripto per 12 Februari 2026. Pergerakan Saham dan IHSG IHSG ditutup menguat 1,96% atau 159,23 poin ke level 8.290,96 pada Rabu (11/2/2026), didorong optimisme investor terhadap kinerja emiten dan penguatan rupiah. Analis memproyeksikan IHSG berpeluang menguji resistance 8.350-8.400 hari ini, meski waspada aksi jual asing yang mencapai Rp367 miliar kemarin pada saham seperti BBCA dan BUMI . Rekomendasi saham hari ini mencakup BBCA, ANTM , MDKA, MAPA, dan BUMI, dengan sektor energi yang melejit nyaris 6% pada sesi sebelumnya. Investor asing cenderung menjual big cap perbankan, sementara mid-small cap menunjukkan potensi. Harga Emas Antam dan Global Harga emas Antam ha...

Berita Bisnis Terbaru: Sabtu, 24 Januari 2026

Pasar keuangan Indonesia menunjukkan dinamika campuran pada akhir Januari 2026, dengan kenaikan harga emas dan kripto kontras terhadap volatilitas saham dan aliran modal asing . Rupiah relatif stabil di sekitar Rp16.800 per USD, sementara BI Rate tetap di 4,75% untuk menjaga stabilitas. Update Harga Emas Harga emas Antam hari ini, Sabtu 24 Januari 2026, mencatat kenaikan signifikan. Harga beli mencapai Rp2.673.000 per gram dan harga jual Rp2.737.000 per gram di Lakuemas , naik Rp17.000 dari sebelumnya. Secara global, emas tembus level tinggi di USD160 per gram, didorong permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi . Performa Kripto Bitcoin bertahan di USD89.447 atau sekitar Rp1,5 miliar per koin pada 24 Januari 2026, naik 0,06% dalam 24 jam meski turun 6,36% secara mingguan. Ethereum ikut menghijau 0,14% ke Rp49,6 juta, sementara BNB naik tipis ke Rp14,96 juta, menandakan pemulihan sentimen setelah koreksi. Kondisi Saham dan Forex IHSG sempat rontok k...

Berita Bisnis Terbaru: Jumat, 13 Februari 2026

Pasar Keuangan Indonesia Hari Ini: Emas Turun, Kripto Volatile, IHSG Melemah Harga emas Antam mengalami penurunan signifikan pada Jumat, 13 Februari 2026, sementara pasar kripto masih bergulat dengan volatilitas pasca- flash crash awal bulan. IHSG ditutup lebih rendah di tengah tekanan saham big caps, dengan kurs USD/IDR stabil di kisaran Rp16.800-an. Update Harga Emas Harga jual emas Antam turun Rp43.000 menjadi Rp2.904.000 per gram, sementara buyback Logam Mulia anjlok Rp53.000 ke Rp2.688.000 per gram. Penurunan ini mencerminkan tekanan global pada XAU/USD yang konsolidasi di sekitar $5.000-$5.100, menanti data CPI dan klaim pengangguran AS . Investor disarankan pantau support $4.950 untuk skenario bearish atau resistance $5.130 untuk potensi rebound. Dinamika Pasar Kripto Bitcoin naik 12,38% secara mingguan meski pasar global kehilangan US$2 triliun sejak Oktober 2025, dipicu flash crash 5 Februari yang hapus miliaran kapitalisasi. Token unlock APT, AVAX, dan CONX...

Berita Bisnis Terbaru: Sabtu, 21 Februari 2026

Pasar Keuangan Indonesia Hari Ini: Kripto Hijau, Emas Stabil, IHSG Moderat Pada Sabtu, 21 Februari 2026, pasar aset digital dan komoditas menunjukkan sentimen positif di tengah fluktuasi global, sementara saham lokal mencatat pertumbuhan mingguan. Investor disarankan memantau data ekonomi AS dan kebijakan The Fed yang memengaruhi volatilitas. Kripto Rebound Kuat Harga Bitcoin (BTC) naik 1% ke US$67.742 dalam 24 jam terakhir, didorong inflow ETF altcoin meski sempat rontok akibat sinyal hawkish The Fed. Ethereum (ETH) menyusul dengan kenaikan 0,56% ke USD 1.966, sementara Binance Coin (BNB) unggul 3,24% ke USD 627. Kapitalisasi pasar kripto tembus US$2,33 triliun, menandakan potensi bull run di altcoin seperti KITE yang capai all-time high. Emas Antam Bertahan Naik Harga emas Antam stabil di Rp 2.944.000 per gram hari ini, naik Rp 28.000 dari kemarin, dengan buyback Rp 2.884.600.000 untuk 1 kg. Tren kenaikan ini sejalan dengan UBS (Rp 1.603.000 untuk 0,5 gram) dan Galeri2...

Berita Bisnis Terbaru: Selasa, 27 Januari 2026

Update Pasar Keuangan Hari Ini, 27 Januari 2026 Harga emas Antam sedikit turun menjadi Rp2.916.000 per gram , sementara kripto seperti Bitcoin dan Ethereum menguat signifikan. IHSG diprediksi konsolidasi dengan dukungan sektor basic materials , dan rupiah melemah tipis terhadap dolar AS . Pergerakan Harga Emas Harga jual emas Antam hari ini turun Rp1.000 menjadi Rp2.916.000 per gram dari Rp2.917.000 kemarin, sementara buyback Rp2.749.000 per gram. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi global, dengan harga emas 0,5 gram Rp1.508.000 dan 5 gram Rp14.220.000. Investor disarankan pantau tren komoditas untuk peluang beli. Kripto Menguat Kembali Bitcoin (BTC) naik 1,92% ke USD88.028 atau sekitar Rp1,476 juta per koin, dengan kapitalisasi pasar USD1,76 triliun . Ethereum (ETH) lebih perkasa, naik 4,58% ke USD2.923 atau Rp49,48 juta. Altcoin seperti BNB dan Bitcoin Cash ikut hijau, didorong aktivitas jaringan dan sentimen positif. Aset Kripto Ha...

Berita Bisnis Terbaru: Minggu, 1 Februari 2026

Pasar keuangan global dan domestik hari ini menunjukkan volatilitas tinggi, dengan penurunan tajam di kripto dan emas Antam , sementara saham IDX menanti pembukaan Senin dengan sentimen optimis dari Menkeu . Berita terbaru per 1 Februari 2026 mencakup tren trading emas, kripto, forex, dan saham yang perlu dipantau investor. Tren Kripto Merah Harga Bitcoin (BTC) anjlok ke USD 78.840 pagi ini, diikuti Ethereum dan Dogecoin yang kompak melemah, mencerminkan koreksi pasar kripto setelah volatilitas akhir Januari. Analis Bloomberg menyebut penurunan ini wajar meski emas dan silver cetak rekor baru-baru ini, dengan BTC tetap unggul sejak 2022. Altcoin potensial seperti Midnight (NIGHT), Hyperliquid (HYPE), dan Monero (XMR) menunjukkan sinyal bullish untuk Februari, didukung roadmap kuat dan indikator money flow. Harga Emas Antam Turun Emas Antam hari ini berada di Rp 2.860.000 per gram, turun Rp 260.000 dari kemarin, sementara Galeri24 dan UBS juga di bawah Rp 3 juta per gram. P...

Berita Bisnis Terbaru: 14 Februari 2026

Pasar Kripto Hijau di Hari Valentine Harga kripto mayoritas menguat pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine, dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 2,36 triliun atau sekitar Rp39.709 triliun. Bitcoin dan Ethereum kompak naik, di mana ETH melonjak 5,43% menjadi Rp34,52 juta per koin. Meski ada tekanan dari token unlock seperti ARB senilai USD10 juta hari ini, sentimen bullish mendominasi setelah flash crash awal Februari . Emas Stabil di Tengah Sentimen Imlek Harga emas dunia stabil di USD162,10 per gram, naik 2,33% atau USD3,78 dalam sepekan terakhir. Di Indonesia, harga emas Antam 1 gram berada di kisaran Rp2,7-2,8 juta, dengan buyback Rp2,735 juta. Dukungan datang dari seasonal trade Imlek yang mendorong permintaan, meski CPI AS hari ini berpotensi tekan harga. IHSG Melemah, Top Gainers BUMI dan INKP Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tutup melemah 0,64% di 8.212,27, meski sepekan naik 3,49%. Top gainers LQ45 termasuk BUMI naik 5,19%...