Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru : Senin, 9 Maret 2026


Pasar Saham Indonesia Anjlok Parah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 4,94% pada awal perdagangan Senin, 9 Maret 2026, mencapai level 7.210,736. Penyebab utama adalah revisi outlook utang Indonesia oleh Fitch Ratings serta ketegangan geopolitik global yang memicu panic selling. Seluruh sektor saham memerah, dengan sektor basic materials turun paling dalam hingga 5,8%, diikuti industri dan siklikal.

Harga Emas Global Melejit

Harga emas dunia tembus US$5.900 per troy ounce, didorong eskalasi konflik di Timur Tengah yang membuatnya jadi safe haven utama. Di Indonesia, emas Antam stabil di Rp1.552.000 untuk 0,5 gram hingga Rp2.944.600.000 untuk 1 kg, dengan prediksi kenaikan Rp10.000-25.000 per gram hari ini. Investor disarankan pantau support US$4.842 untuk tren bullish lanjut.

Kripto Koreksi tapi Bitcoin Bertahan

Bitcoin (BTC) bertahan di US$67.000 (Rp1,14 miliar), naik 0,25% meski pasar kripto global koreksi akibat fear index ekstrem. Ethereum (ETH) naik 1,69% ke US$1.982 (Rp33,69 juta), tapi terancam turun ke US$1.800 jika gagal rebut US$2.050. Biaya transaksi ETH turun 99% dari puncak 2021, sementara Pi Network naik 4,5% mingguan meski hari ini melemah.

Forex: Rupiah Melemah ke Rp16.970

Kurs USD/IDR berada di kisaran Rp16.970 per 9 Maret 2026, tertekan pelemahan IHSG dan kenaikan harga minyak dunia. EUR/IDR sekitar Rp19.624, sementara GBP/IDR Rp22.668, mencerminkan volatilitas global. Bank Indonesia intervensi untuk stabilisasi, tapi cadangan devisa Januari masih kuat di 6,3 bulan impor.


Kesimpulan

Pasar keuangan hari ini didominasi ketidakpastian geopolitik yang hantam saham tapi dorong emas dan kripto mayor sebagai lindung nilai; investor disarankan diversifikasi dan pantau data inflasi AS pekan ini untuk peluang rebound.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2025

Memulai investasi kini semakin mudah berkat hadirnya berbagai aplikasi investasi yang ramah bagi pemula, menawarkan kemudahan penggunaan, keamanan, serta fitur edukasi lengkap. Berikut 7 aplikasi rekomendasi yang cocok bagi yang baru ingin mulai investasi di tahun 2025. 1. Pintu Pintu menjadi salah satu aplikasi populer bagi pemula yang ingin berinvestasi di aset kripto seperti Bitcoin , Ethereum , dan Solana . Fitur unggulannya termasuk Pintu Earn untuk menabung crypto, Auto DCA otomatis, dan Pintu Academy untuk belajar investasi kripto. Selain itu, Pintu Pro menawarkan platform trading lengkap dengan fitur spot dan futures yang diatur secara resmi, mendukung leverage hingga 25x untuk peluang maksimal di pasar volatil. 2. Bareksa Bareksa fokus pada produk reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI dan Sukuk Tabungan , dengan ratusan produk dari manajer investasi terpercaya. Sebagai mitra resmi pemerintah, aplikasi ini memberikan rasa aman karena semua transa...

Rangkuman dan Review Buku: Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia

Rangkuman Buku Buku ini adalah **biografi** yang mengabadikan perjalanan menakjubkan Lo Kheng Hong (LKH) , seorang investor saham legendaris di Indonesia, yang dijuluki " Warren Buffett Indonesia " . Buku ini secara komprehensif menceritakan bagaimana LKH, yang berasal dari latar belakang sederhana (tinggal di rumah kecil 4x10 meter), mampu mengubah nasibnya dan menjadi triliuner hanya melalui investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Poin-Poin Utama dalam Buku: Perjalanan Hidup dan Karier: Mengisahkan awal mula kehidupan LKH yang serba terbatas, perjuangannya meniti karier sebagai pegawai bank, hingga keputusannya untuk fokus sepenuhnya di dunia investasi saham. Filosofi Investasi Nilai (Value Investing): Inti dari buku ini adalah mengupas tuntas filosofi dan strategi investasi LKH, yang sangat berpegang teguh pada prinsip value investing ala Benjamin Graham dan Warren Buffett. Fokus Jangka Panjang: LKH adalah penganut investor jangka ...

Waspada! Faktor & Tanda Kapan Harga Emas Akan Turun

Video ini membahas faktor-faktor utama dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai kapan harga emas berpotensi turun. Emas sering dianggap aset aman, tetapi harganya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan lokal. 5 Faktor Utama yang Memicu Penurunan Harga Emas Kenaikan Suku Bunga Global (Terutama The Fed): Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga, menyimpan uang dalam Dolar AS menjadi lebih menarik (imbal hasil tinggi). Investor beralih dari emas ke Dolar atau obligasi AS, menyebabkan permintaan global terhadap emas menurun dan menekan harga, termasuk harga emas Antam di Indonesia. Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS: Harga emas dunia dihitung dalam Dolar. Jika Dolar melemah dan Rupiah menguat (misalnya karena ekonomi Indonesia stabil), harga emas dalam Rupiah otomatis akan turun. Penurunan Permintaan di Dalam Negeri: Saat ekonomi membaik, masyarakat cenderung mengalihkan uang...

Strategi Hidup Rp90 Juta Perbulan dari Investasi ETF Dividen Terbaik! 💰

Video ini menyajikan sebuah panduan komprehensif mengenai strategi investasi jangka panjang yang dirancang untuk mencapai kebebasan finansial melalui pendapatan pasif dalam jumlah besar, khususnya Rp90 juta per bulan , tanpa harus berhenti dari pekerjaan utama Anda. 1. Tujuan Utama dan Filosofi Keuangan Target Penghasilan Pasif Spesifik: Video ini menargetkan angka yang sangat spesifik, yaitu Rp90.782.214 per bulan , yang berfungsi sebagai sasaran utama untuk mencapai kemandirian finansial (sering dikaitkan dengan gerakan FIRE). Fleksibilitas Bekerja: Garis besar video menekankan bahwa strategi ini dapat diterapkan oleh siapa pun "gak harus resign dari kerjaan" . Artinya, investasi ini dimaksudkan untuk membangun kekayaan secara paralel saat Anda masih memiliki pendapatan aktif. 2. Fokus Utama: Investasi ETF Dividen Strategi ini berpusat pada ETF (Exchange Traded Fund) yang me...

Bitcoin: Mata Uang Kebebasan atau "Prototipe Kontrol" Milik Pentagon? Menguak Misteri Satoshi Nakamoto

Kata Kunci Utama: Bitcoin , Satoshi Nakamoto , Teori Konspirasi Bitcoin, DARPA , CBDC , Desentralisasi, SHA256 Pendahuluan: Sebuah Pertanyaan yang Mengubah Segalanya Sejak kemunculannya pada 2008, Bitcoin selalu dikaitkan dengan narasi "kebebasan finansial" dan perlawanan terhadap sistem perbankan sentral. Namun, sebuah teori konspirasi yang semakin populer menyajikan perspektif yang mengejutkan: Bagaimana jika Bitcoin bukanlah gerakan grassroots , melainkan sebuah eksperimen intelijen yang dirancang oleh lembaga pertahanan Amerika Serikat, seperti Pentagon atau CIA? Artikel ini akan membedah argumen teknis dan historis di balik teori tersebut, menghubungkannya dengan sejarah lahirnya internet, dan menganalisis dampaknya terhadap perdebatan masa depan mata uang digital bank sentral (CBDC). 1. Menilik Akar Desentralisasi: Dari Kebutuhan Militer ke Kebebasan Digital Untuk memahami teori ini, kita harus mundur ke tahun 1958. Lahirn...

Review Aplikasi Investasi Pemula TERBAIK 2026 ! ETF Saham Amerika

Beberapa aplikasi trading saham Indonesia yang sangat populer di Google Play Store dan sering direkomendasikan untuk investor, khususnya pemula, antara lain: Stockbit Sangat populer karena fitur komunitas diskusi saham yang aktif dan lengkap. Memiliki fitur virtual trading untuk simulasi. Tersedia fitur analisis yang lengkap ( screener , chartbit , dll.). Ajaib Sangat populer di kalangan investor muda karena tampilannya yang simpel dan proses registrasi yang sangat cepat. Minimal deposit rendah dan direkomendasikan untuk pemula. Menawarkan investasi saham dan reksa dana. Bibit Awalnya terkenal sebagai aplikasi reksa dana berbasis robo advisor , namun kini juga menyediakan fitur investasi saham dan obligasi. Me...

Saham vs Obligasi: Mana yang Lebih Menguntungkan? Pahami Risikonya!

Investasi merupakan kunci untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan. Dua instrumen investasi yang paling populer dan sering diperbandingkan adalah Saham dan Obligasi . Keduanya memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda. Jadi, mana yang lebih recommended atau menguntungkan? Jawabannya sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan finansial Anda . Memahami Perbedaan Mendasar Sebelum menentukan pilihan, penting untuk memahami esensi dari kedua instrumen ini: 1. Saham (Equity) 📈 Hak Kepemilikan : Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan penerbit. Potensi Keuntungan : Capital Gain : Keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Dividen : Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham (jika perusahaan untung dan memutuskan untuk membagikannya). Risiko: Tinggi ( High Risk - High Return ) . Nil...