Pasar keuangan Indonesia pagi ini (28 Januari 2026) menunjukkan gejolak signifikan, dengan IHSG anjlok tajam sementara kripto dan emas justru menguat.
Ambruknya IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun hingga 6,69% ke level 8.379,41 pada pukul 09.01 WIB, menyusul pengumuman MSCI yang membekukan penilaian free float saham Indonesia akibat isu transparansi. Mayoritas saham melemah, dengan 521 emiten turun, sementara panic selling memicu IHSG sempat menyentuh terendah 8.393 sebelum berfluktuasi ke 8.579,57 (turun 4%). Analis memprediksi tekanan berlanjut kecuali ada katalis positif dari BEI.
Kripto Mulai Hijau
Bitcoin memimpin reli pasar kripto dengan kenaikan 1,02% ke US$89.222,54 dalam 24 jam terakhir pukul 07.28 WIB. Industri kripto nasional tetap tumbuh positif di 2026, didukung adopsi korporasi dan transaksi mencapai Rp482,23 triliun sepanjang tahun lalu. Altcoin seperti Ethereum juga menunjukkan tren hijau meski fluktuatif, dengan dominasi BTC stabil.
Emas Antam Naik
Harga emas Antam batangan naik Rp52.000 per gram menjadi Rp2.968.000, sementara buyback naik Rp50.000 ke Rp2.799.000 per gram. Kenaikan ini kontras dengan pelemahan tipis kemarin (Rp2.916.000), menjadikan emas sebagai safe haven di tengah gejolak saham. Investor disarankan pantau selisih harga jual-beli Rp169.000 per gram untuk timing transaksi.
Forex USD/IDR Stabil
Pasangan USD/IDR berada di kisaran 16.888, dengan fluktuasi 30 hari terakhir antara 16.662-16.888. Rupiah relatif stabil meski tekanan global dari kebijakan Trump, tapi IHSG anjlok bisa picu pelemahan lebih lanjut.
Kesimpulan: Hari ini menonjolkan risiko saham domestik akibat faktor eksternal seperti MSCI, sementara kripto dan emas menawarkan peluang reli—diversifikasi portofolio jadi kunci utama bagi investor.

Komentar
Posting Komentar