Pasar keuangan global dan domestik menunjukkan volatilitas tinggi pada akhir Januari 2026, dengan IHSG terkoreksi sementara emas dan kripto menawarkan peluang stabilisasi bagi investor. Berita terbaru hari ini mencakup tren saham Indonesia, harga emas Antam, kripto, serta outlook forex.
Update Saham Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.951,01 pada Jumat (23/1/2026), turun 0,46% atau 41 poin dari sesi sebelumnya, dan melemah 1,37% dalam sepekan. Pekan depan diprediksi rawan terkoreksi lebih lanjut ke rentang 8.960-8.985 atau bahkan 8.800-9.000 akibat profit taking dan outflow dana asing sekitar Rp6 triliun. Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75%, mendukung stabilitas rupiah yang bullish di kisaran Rp16.795-16.996.
Harga Emas Terkini
Harga emas Antam hari ini (25/1/2026) di Pegadaian mencapai Rp3.168.000 per gram untuk jual, sementara buyback Rp2.741.000 per gram, naik dari buyback kemarin Rp2.730.000. Untuk pecahan lebih besar, emas 10 gram dijual Rp31.125.000 (buyback Rp27.410.000) dan 25 gram Rp77.674.000 (buyback Rp68.190.000). Kenaikan ini sejalan dengan emas spot global yang melonjak ke USD4.849 per ounce, didorong ketegangan geopolitik.
Tren Kripto
Pasar kripto memasuki 2026 dengan momentum campuran; Bitcoin sempat rally awal bulan tapi tertekan baru-baru ini, sementara XRP diprediksi naik hingga USD5 di Januari berkat optimisme regulasi. Undang-undang CLARITY Act AS berpotensi disahkan Januari, meningkatkan kepastian untuk Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP, meski ada kekhawatiran AML baru. Kapitalisasi pasar kripto naik USD200 miliar di pekan pertama, tapi altcoin masih fluktuatif.
Outlook Forex
Pasangan EUR/USD trading di 1.1701, potensi naik ke 1.1779-1.1840 jika tren bullish berlanjut, tapi risikonya turun ke 1.1596 jika tembus 1.1680. Rupiah domestik menguat bertahap, didukung BI Rate stabil, sementara NZDUSD berpotensi naik karena data trade balance positif. XAUUSD (emas) diprediksi turun sementara meredanya konflik Timur Tengah.
Kesimpulan
Investor disarankan waspada terhadap koreksi IHSG pekan depan sambil memanfaatkan kenaikan emas Antam sebagai lindung nilai, dengan peluang di kripto XRP jika regulasi AS pro-pasar. Diversifikasi aset tetap kunci di tengah volatilitas geopolitik dan kebijakan moneter global.

Komentar
Posting Komentar