Pasar keuangan Indonesia hari ini, Jumat 23 Januari 2026, menunjukkan dinamika beragam dengan harga emas Antam yang fluktuatif, kripto merah, IHSG melemah, serta forex EUR/USD menguat. Aliran modal asing tetap positif di awal tahun, mendukung stabilitas rupiah.
Harga Emas Antam
Harga emas Antam 1 gram pagi ini tercatat sekitar Rp 2.880.000, naik Rp 90.000 dari hari sebelumnya menurut beberapa sumber, meski Pegadaian melaporkan Rp 3.069.000 dengan penurunan Rp 17.000. Buyback emas Antam berada di kisaran Rp 2.654.000 hingga Rp 2.715.000 per gram, mencerminkan volatilitas global akibat ketegangan geopolitik. Investor disarankan pantau tren karena emas tetap jadi safe haven di tengah pelemahan aset berisiko.
Performa Kripto
Bitcoin parkir di zona merah pada USD 90.000 atau sekitar Rp 1,52 miliar per koin, anjlok dari level sebelumnya di tengah sentimen negatif pasar. Prediksi menunjukkan potensi naik tipis ke USD 96.195 hari ini, tapi transaksi kripto Indonesia 2025 capai Rp 482 triliun dengan 72% bursa domestik masih rugi. Trader kripto perlu hati-hati karena volatilitas tinggi dipicu regulasi dan aliran modal.
Kondisi Saham IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tutup di 8.992,1, terendah intraday dari high 9.109,7, ditekan saham energi, teknologi, dan perindustrian. Aliran modal asing awal Januari masuk Rp 1,44 triliun, dengan beli neto Rp 1,78 triliun di saham, tapi pelemahan hari ini sinyal kehati-hatian investor. Rekomendasi saham hari ini fokus diversifikasi di sektor defensif.
Update Forex EUR/USD
Pasangan EUR/USD tutup naik 0,59% di 1.1755, didukung pelemahan dolar AS dan meredanya ketegangan AS-Eropa soal Greenland. Prediksi hari ini: support 1.1699-1.1642, resistance 1.1784-1.1812, tergantung data ekonomi Zona Euro dan pernyataan ECB Lagarde. Rupiah pagi ini stabil di Rp 16.815 per USD berkat inflow modal.
Kesimpulan
Hari ini, emas dan forex menawarkan peluang buy di tengah kripto dan saham yang bearish, dengan aliran modal asing jadi pendorong utama stabilitas keuangan Indonesia. Investor disarankan terapkan risk management ketat untuk navigasi volatilitas global Januari 2026. Pantau update BI dan OJK untuk strategi jangka panjang.

Komentar
Posting Komentar