Pasar keuangan Indonesia menunjukkan dinamika campuran pada akhir Januari 2026, dengan kenaikan harga emas dan kripto kontras terhadap volatilitas saham dan aliran modal asing. Rupiah relatif stabil di sekitar Rp16.800 per USD, sementara BI Rate tetap di 4,75% untuk menjaga stabilitas.
Update Harga Emas
Harga emas Antam hari ini, Sabtu 24 Januari 2026, mencatat kenaikan signifikan. Harga beli mencapai Rp2.673.000 per gram dan harga jual Rp2.737.000 per gram di Lakuemas, naik Rp17.000 dari sebelumnya. Secara global, emas tembus level tinggi di USD160 per gram, didorong permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Performa Kripto
Bitcoin bertahan di USD89.447 atau sekitar Rp1,5 miliar per koin pada 24 Januari 2026, naik 0,06% dalam 24 jam meski turun 6,36% secara mingguan. Ethereum ikut menghijau 0,14% ke Rp49,6 juta, sementara BNB naik tipis ke Rp14,96 juta, menandakan pemulihan sentimen setelah koreksi.
Kondisi Saham dan Forex
IHSG sempat rontok ke 8.992 poin pada 22 Januari, tapi beberapa saham seperti BUVA melonjak 24%. Investor asing net buy Rp7,34 triliun pekan pertama Januari, tapi outflow Rp7,71 triliun pekan kedua di SBN dan SRBI. Pasangan USD/IDR stabil di Rp16.796-Rp16.882, dengan BI menjaga stabilitas rupiah.
Kesimpulan
Pasar emas dan kripto menawarkan peluang bullish jangka pendek bagi investor, sementara saham dan forex memerlukan kewaspadaan terhadap volatilitas aliran modal asing. Diversifikasi aset tetap strategi utama di tengah BI Rate stabil dan tren global safe-haven.

Komentar
Posting Komentar