Pasar Saham Indonesia Capai Rekor Baru
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64% di level all-time high 9.133,87 pada Senin (19/1/2026), didorong sentimen positif meski ada aksi jual asing Rp543 miliar. Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat enam emiten akibat kenaikan harga saham tidak wajar melalui Unusual Market Activity. Rekomendasi saham hari ini mencakup RATU, BUMI, PGAS, CPRO, ADRO, dan OASA dengan target harga spesifik seperti RATU di Rp8.750-8.975.
Harga Emas Antam Naik Tipis
Harga emas Antam hari ini Selasa (20/1/2026) pukul 10.00 WIB naik Rp2.000 menjadi Rp2.705.000 per gram, sementara harga buyback naik Rp1.000 ke Rp2.546.000 per gram. Kenaikan ini sejalan dengan tren global di mana emas dunia naik 1,88% minggu lalu ke US$4.595,03 per ounce, didorong ketidakpastian politik-ekonomi. Investor disarankan memantau support gap di level US$4.642 untuk peluang trading.
Kripto Fluktuatif, Bitcoin Bertahan di US$92.000
Bitcoin (BTC) berada di US$92.305 atau Rp1.573 miliar per koin, naik tipis 0,15% dalam 24 jam terakhir meski sempat terkoreksi 1,40%. Ethereum (ETH) melayang di US$3.185, turun 0,38%, sementara pasar kripto secara keseluruhan melemah. Dukungan kunci BTC ada di US$90.000, dengan potensi bearish jika jebol, dipengaruhi data CPI dan PDB AS.
Forex: Rupiah Melemah ke Rp16.931 per Dolar
Kurs USD/IDR turun tipis 0,09% ke 16.931,50 pada 20 Januari 2026, tapi rupiah melemah 0,98% sebulan dan 3,82% setahun terakhir. Tekanan datang dari ekspektasi pelonggaran moneter BI dan bencana Sumatra yang bebankan fiskal. Rupiah mendekati rekor rendah 16.960, dipengaruhi dolar kuat pasca ancaman tarif Trump.
Prospek IPO 2026 di BEI
BEI mencatat tujuh perusahaan antre IPO hingga Januari 2026, fokus sektor energi, keuangan, dan teknologi, dengan dua perusahaan besar siap di kuartal I. Target BEI 50 IPO sepanjang 2026 untuk tingkatkan kapitalisasi pasar.
Kesimpulan
Pasar keuangan Indonesia hari ini menunjukkan optimisme di saham dengan IHSG rekor baru dan prospek IPO, meski kripto serta forex fluktuatif akibat faktor global; emas tetap aman sebagai lindung nilai. Investor disarankan diversifikasi dan pantau rapat BI 20-21 Januari untuk stabilitas rupiah.

Komentar
Posting Komentar