Pasar saham Indonesia mencatat rekor baru dengan IHSG menyentuh 9.075 poin sepekan lalu, sementara kripto dan emas menunjukkan volatilitas tinggi di awal 2026. Harga Bitcoin stabil di sekitar Rp1,6 miliar per koin, dan emas dunia bimbang di $4.600.
Kinerja IHSG Terkini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,47% ke level 9.075,41 pada Kamis (15/1/2026), melanjutkan tren penguatan menuju 9.100 poin. Sepekan hingga 15 Januari, kapitalisasi pasar BEI tembus Rp16.512 triliun, naik 1,29%, didorong beli bersih asing Rp7,30 triliun tahun ini. Saham top gainer seperti ZATA (+35%) dan ESTI (+34,75%) memimpin, sementara sektor barang konsumen non-primer naik 1,15%.
Update Pasar Kripto
Transaksi kripto RI tembus Rp482,23 triliun sepanjang 2025, dengan Bitcoin (BTC) di Rp1.608.200.856 (-0,61% dalam 24 jam) dan Ethereum (ETH) Rp55.500.000 (-1,12%). Di global, Tether bekuin $182 juta USDT untuk cegah penggunaan ilegal, sementara BTQ Technologies luncurkan testnet Bitcoin Quantum tahan serangan kuantum. Koin trending seperti DUSK naik 59,36% ke Rp1.703,6.
Pergerakan Emas dan Forex
Harga emas XAU/USD stagnan di $4.600 setelah gagal tembus rekor $4.640, tertekan data kuat AS yang kurangi harapan pelonggaran Fed. Di Indonesia, emas Antam 1 gram sekitar Rp1.914.000 (plus pajak). Forex dipengaruhi Dolar kuat, dengan IHSG tahan banting meski rupiah melemah.
Kesimpulan
Pasar aset digital dan tradisional Indonesia bullish di awal 2026, dengan IHSG rekor dan kripto pulih pasca-2025, tapi volatilitas emas ingatkan diversifikasi. Investor disarankan pantau regulasi Clarity Act AS dan data Fed untuk trading cerdas hari ini. Peluang beli saham unggulan dan kripto jangka panjang tetap terbuka.

Komentar
Posting Komentar