IHSG mencatat rekor tertinggi baru di level 8.859,19 pada perdagangan Senin (5/1/2026), didorong kenaikan saham big caps seperti BYAN dan TLKM. Harga emas Antam melonjak kembali hari ini, sementara perundingan tarif dagang RI-AS memasuki tahap akhir.
Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,27% atau 111,05 poin menjadi 8.859,19 kemarin, dengan 446 saham naik dan kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun. Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.705-8.584 dan resistance 8.822-8.870 hari ini, dengan potensi buy on weakness pada saham ENRG, PSAB, dan WIFI.
Kenaikan Harga Emas
Harga emas batangan Antam meroket untuk perdagangan Selasa (6/1/2026), mencerminkan tren penguatan komoditas mulia di tengah ketidakpastian global. Kenaikan ini sejalan dengan penguatan HPE konsentrat tembaga dan emas untuk 2026 yang ditetapkan Kemendag.
Perdagangan RI-AS
Perundingan tarif perdagangan Indonesia-Amerika Serikat memasuki tahap akhir, dengan finalisasi draf perjanjian dijadwalkan 12-19 Januari 2026 di Washington D.C. Rapat terbatas di Istana kemarin dipimpin Presiden Prabowo membahas kemajuan ini, melibatkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan menteri terkait.
Neraca Perdagangan Surplus
Neraca perdagangan RI surplus US$2,66 miliar pada November 2025, bertahan 67 bulan berturut-turut, dengan kumulatif Januari-November mencapai US$38,54 miliar. Pintu ekspor rebar ke Australia kembali terbuka setelah penghentian penyelidikan antidumping.
Kesimpulan
Pasar saham dan komoditas Indonesia menunjukkan ketangguhan di awal 2026, didukung IHSG ATH dan surplus perdagangan berkelanjutan, meski investor perlu waspada terhadap potensi koreksi serta dinamika negosiasi internasional untuk strategi investasi jangka panjang.

Komentar
Posting Komentar