Pasar Keuangan Indonesia Bergairah di Awal 2026
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi baru pada 13 Januari 2026, naik menjadi Rp 2.652.000 per gram dari Rp 2.631.000 sebelumnya. Sementara itu, IHSG dibuka menguat 0,52% ke level 8.931,24, didukung aksi beli investor asing. Pasar kripto dan forex juga menunjukkan pergerakan variatif hari ini.
Emas Cetak Rekor Baru
Harga emas batangan Antam naik Rp 21.000 per gram menjadi Rp 2.652.000, sementara buyback Logam Mulia naik Rp 19.000 menjadi Rp 2.503.000 per gram. Kenaikan ini sejalan dengan emas dunia yang ditutup di USD 4.509,79 per troy ons, naik 0,76%. Sentimen safe haven global mendorong minat investor terhadap emas di tengah ketidakpastian ekonomi.
Saham IHSG Menguat Tajam
IHSG dibuka naik 0,52-0,69% ke 8.931-8.946 pada 13 Januari 2026, setelah ditutup 8.884,72 sehari sebelumnya. Investor asing net buy Rp 205 miliar kemarin, fokus pada saham BBRI, ANTM, TLKM, ADRO, dan IMPC. Pekan lalu, net buy asing mencapai Rp 2,04 triliun, mendorong IHSG naik 1,8% di awal tahun.
Kripto Variatif, BTC Naik
Bitcoin (BTC) menguat 0,74% ke USD 91.080, sementara Ethereum (ETH) melemah 0,40% ke USD 3.091,99 pada 13 Januari 2026. Solana dan Monero justru melonjak, tapi Bitcoin Cash turun 3,94%. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas pasar kripto pasca-rekord akhir 2025.
Forex: Rupiah Melemah, Dolar Tertekan
USD/IDR naik ke 16.842,70 pada 9 Januari, melemah 1,18% sebulan terakhir. Dolar AS menghadapi sentimen bearish akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed 50 bps di 2026 dan isu penggantian Ketua Fed oleh Trump. Data inflasi AS malam ini bisa memengaruhi pergerakan selanjutnya.
Kesimpulan
Pasar keuangan hari ini didominasi penguatan emas dan saham Indonesia, sementara kripto dan forex tunjukkan fluktuasi. Investor disarankan pantau data inflasi AS dan kebijakan Fed untuk strategi trading jangka pendek, dengan emas tetap jadi safe haven utama.

Komentar
Posting Komentar