Pasar Saham Indonesia Capai Rekor Baru di Awal 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sepanjang pekan pertama Januari 2026, ditutup naik 2,16% di level 8.936,75 pada Jumat (9/1).
IHSG sempat menembus level all-time high 9.002,92 secara intraday pada Kamis (8/1), didorong akumulasi investor asing dan efek January Effect.
Investor asing memborong saham senilai Rp4,38 triliun di awal tahun, mendorong penguatan pasar.
Harga Emas Antam Melonjak ke Rp2,577 Juta per Gram
Harga emas batangan Antam hari ini, Sabtu (10/1/2026), tembus Rp2.577.000 per gram, naik Rp7.000 dari hari sebelumnya.
Harga buyback Antam juga naik menjadi Rp2.420.000 per gram, menegaskan posisi emas sebagai safe haven di tengah gejolak global.
Tren kenaikan ini sejalan dengan lonjakan sebelumnya hingga Rp2.584.000 per gram pada 7 Januari.
Bitcoin Bertahan di $91.000, Pasar Kripto Koreksi Tipis
Harga Bitcoin (BTC) pada 9 Januari berada di $91.115 atau sekitar Rp1.540 juta, naik 0,76% dalam 24 jam meski pasar kripto alami koreksi.
Penurunan tipis pada 8 Januari ke bawah $93.000 dipicu arus keluar ETF dan aksi jual penambang.
Altcoin seperti Ethereum turun 2,22% ke $3.102, tapi potensi reli didukung pelonggaran kebijakan The Fed.
Rupiah Melemah Tembus Rp16.800 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjebol Rp16.800 pada Kamis (8/1), melemah dari Rp16.780 akibat penguatan dolar dan ketegangan geopolitik.
Rupiah terus tertekan meski IHSG kuat, dengan level Rp16.790 pada 8 Januari.
Data historis menunjukkan pelemahan rata-rata sepanjang Januari 2026.
Kesimpulan
Pasar keuangan Indonesia awal 2026 menunjukkan optimisme di saham dan emas, tapi waspada pelemahan rupiah dan volatilitas kripto. Investor disarankan diversifikasi aset dengan monitoring sentimen global untuk peluang trading jangka pendek.

Komentar
Posting Komentar