Pasar Keuangan Indonesia Menguat di Awal 2026
Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi pada 7 Januari 2026, dengan harga jual 1 gram di Pegadaian Rp2,804 juta, naik Rp67.000 dari hari sebelumnya, sementara buyback Rp2,419 juta. Harga emas dunia juga melonjak ke sekitar USD4.443 per ounce pada 5 Januari, didorong ketegangan geopolitik dan pembelian bank sentral. Emas perhiasan 24 karat di toko seperti Raja Emas Indonesia naik menjadi Rp2,32 juta per gram.
Rally Kripto dengan Fluktuasi
Bitcoin (BTC) berada di USD93.393 pada 7 Januari 2026, turun 0,71% dalam 24 jam, meski pasar kripto awal tahun menunjukkan momentum positif secara keseluruhan. Ethereum (ETH) justru perkasa di kisaran USD3.000, dengan beberapa altcoin seperti HYPE naik hingga 2,96%. Inflow ETF Bitcoin mencapai USD3 miliar minggu lalu, didukung adopsi institusional dan efek pasca-halving.
Forex: Dolar AS Menguat
USD/IDR stabil di sekitar Rp16.745-16.749 pada awal minggu ini, dengan dolar AS menguat moderat terhadap mata uang utama di tengah data inflasi Eropa rendah dan antisipasi kebijakan AS. Euro melemah signifikan, sementara Aussie mendekati level tertinggi 14 bulan menjelang data inflasi Australia. Permintaan safe-haven mendukung penguatan USD meski ada ketidakpastian global.
Saham IHSG Dekati 9.000
IHSG ditutup menguat 0,84% ke 8.933,61 pada 6 Januari 2026, didukung aksi beli asing Rp911 miliar pada saham seperti BBCA dan ANTM, dengan prediksi penguatan lanjut hari ini meski rawan koreksi. Sektor barang baku naik 2,81%, energi 1,51%, sementara rekomendasi saham mencakup FAST, PTBA, TINS, SRTG, dan SSIA. Investor asing dominan beli, dengan volume transaksi Rp34,16 triliun.
Kesimpulan
Pasar keuangan global dan Indonesia menunjukkan optimisme awal 2026 dengan kenaikan emas, saham, dan kripto, meski fluktuasi forex dan potensi koreksi IHSG perlu diwaspadai. Investor disarankan pantau data ekonomi AS dan geopolitik untuk strategi trading jangka pendek, prioritaskan diversifikasi aset.

Komentar
Posting Komentar