Pasar Keuangan Indonesia Melempem Jelang Penutupan 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025, di level 8.627, turun 0,46% dari penutupan sebelumnya, akibat aksi profit-taking menjelang akhir tahun. Meski sempat menguat hingga 8.652,18 secara intraday pada sesi sebelumnya, IHSG kini tertekan sentimen regional Asia yang bervariasi, dengan Nikkei turun 0,22%. Rekomendasi saham hari ini mencakup ARTO, GOTO, SUPA, BUMI, WIFI, dan LEAD dari Samuel Sekuritas.
Harga Emas Antam Turun Tajam
Harga emas batangan Antam hari ini anjlok Rp95.000 per gram menjadi Rp2.501.000, sementara buyback Logam Mulia turun ke Rp2.360.000 per gram, menciptakan selisih Rp141.000. Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar komoditas global, meski secara tahunan emas masih naik 54,45% dari Desember 2024. Investor disarankan waspada karena tensi geopolitik bisa memicu volatilitas lebih lanjut.
Kripto Kompak Merah
Bitcoin (BTC) terkoreksi 0,58%-1,21% ke USD87.146 atau sekitar Rp1,46 miliar, sementara Ethereum (ETH) turun 0,42% ke Rp49,1 juta per koin. Pasar kripto secara keseluruhan melemah seiring akhir tahun, dengan BTC bertahan di kisaran Rp1,47 miliar intraday. Analis seperti Tom Lee memproyeksikan potensi supercycle BTC dan ETH menjelang 2026, tapi saat ini sideways mendominasi.
Forex: Rupiah Melemah Lagi
Nilai tukar rupiah ditutup Rp16.788 per USD kemarin, melemah 0,26%, dan diproyeksi rentang Rp16.700-16.850 hari ini akibat prospek dovish BI serta kebijakan ekspansif. Indeks dolar AS stabil di 98,03 menjelang risalah The Fed, sementara rupiah terbebani pelemahan regional seperti baht Thailand (-1,17%). Proyeksi akhir tahun: Rp16.850 per USD.
Kesimpulan
Hari ini, pasar saham, emas, kripto, dan forex cenderung bearish dengan IHSG dan aset safe haven seperti emas tertekan profit-taking, sementara rupiah rapuh di Rp16.788/USD. Investor wewenang rotasi ke saham komoditas seperti ANTM atau BUMI, tapi prioritaskan manajemen risiko jelang libur akhir tahun untuk hindari volatilitas ekstrem. Pantau risalah The Fed untuk sinyal kebijakan global selanjutnya.

Komentar
Posting Komentar