Harga emas Antam melonjak Rp16.000 per gram menjadi Rp2.487.000 untuk harga beli dan Rp2.346.000 untuk buyback pada Kamis, 18 Desember 2025, mengikuti penguatan harga emas dunia di tengah ketegangan geopolitik. IHSG dibuka menguat 0,32% ke level 8.705,14, didukung penguatan indeks sektoral seperti LQ45 dan JII. Sementara itu, rupiah bergerak fluktuatif cenderung melemah ke kisaran Rp16.690-16.720 per dolar AS.
Tren Emas dan Kripto
Harga emas spot dunia ditutup naik 0,83% di $4.338,18 per ons, didorong permintaan safe haven akibat blokade minyak Venezuela oleh Presiden Donald Trump serta komentar dovish Fed. Komentar Gubernur Fed Christopher Waller soal pemangkasan suku bunga lebih lanjut turut mendukung logam mulia. Di pasar kripto, Bitcoin dan Ethereum stabil di atas $100.000 dan $3.800 masing-masing, meski volatilitas tinggi akibat sentimen global.
Performa Saham dan Forex
Pembukaan IHSG positif dengan LQ45 naik 0,36% ke 855,62 dan JII menguat 0,65% ke 588,31, mencerminkan optimisme investor domestik. Rupiah ditutup Rp16.694 per dolar AS kemarin, dengan BI-Rate tetap 4,75% untuk jaga stabilitas di tengah inflasi terkendali 2,72% yoy November. Pasar forex melihat dolar AS menguat variatif, memengaruhi pair utama seperti EUR/USD dan GBP/USD.
Faktor Penggerak Pasar
Ketegangan Venezuela dan kekhawatiran fiskal Jepang dorong aset safe haven, sementara data inflasi AS malam ini jadi kunci. Bank Indonesia pertahankan kebijakan moneter ketat untuk redam tekanan rupiah dari ketidakpastian global. Investor saham lokal fokus blue chip seperti BBCA dan TLKM yang berkontribusi positif.
Kesimpulan
Pasar keuangan Indonesia hari ini menunjukkan ketahanan dengan penguatan emas, saham, dan stabilitas relatif rupiah, meski waspada volatilitas dari data AS dan geopolitik. Investor disarankan diversifikasi portofolio ke aset safe haven seperti emas di tengah prospek suku bunga rendah.

Komentar
Posting Komentar