Pasar keuangan global dan domestik menunjukkan dinamika beragam pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan penguatan di saham Indonesia dan fluktuasi di kripto serta forex. Harga emas tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.
Update Kripto
Bitcoin (BTC) berada di level US$69.016 atau sekitar Rp1,16 miliar, turun 1,56% dalam 24 jam terakhir, menyentuh terendah Rp1,14 miliar dan tertinggi Rp1,18 miliar. Penurunan ini didorong oleh suplai ketat pasca-halving dan penyerapan ETF, meski indikator RSI oversold menandakan potensi rebound. Ethereum dan altcoin lain juga mixed, dengan Fear & Greed Index di zona Extreme Fear.
Harga Emas
Harga emas Antam hari ini pukul 06.00 WIB mencapai Rp2.787.300 per gram untuk pembelian kembali, sementara IndoGold catat harga beli Rp2.824.948 per gram dan jual Rp2.756.000. Kenaikan stabil ini mencerminkan safe-haven demand di tengah volatilitas pasar, dengan harga dunia US$162,54 per gram naik 0,94%.
Pergerakan Forex
Pasangan AUD/USD rebound ke 0,7095-0,7108 pada sesi Eropa, meski data CPI Tiongkok Januari hanya naik 0,2% YoY (di bawah ekspektasi 0,4%), memulihkan kerugian sebelumnya. Tekanan pada pengeluaran rumah tangga Australia dan potensi penundaan kenaikan suku bunga RBA membuat pair fluktuatif, dengan resisten di 0,7110.
Performa Saham IDX
IHSG dibuka menguat 0,26% ke 8.152,79, berpotensi lanjut ke 8.200-8.215 didukung tren global, komoditas, dan ritel domestik tumbuh 3,5% YoY Desember 2025. Indeks LQ45 naik 0,12% ke 830,42; saham recommended: CDIA, INET, BKSL, CUAN, APEX. Rupiah di Rp16.790/US$, penguatan keyakinan konsumen dorong momentum.
Kesimpulan
Hari ini, investor disarankan pantau data inflasi Tiongkok dan NFP AS untuk sinyal arah pasar; saham IDX dan emas menawarkan peluang penguatan, sementara kripto dan forex butuh hati-hati akibat volatilitas tinggi. Strategi diversifikasi tetap kunci di tengah siklus Imlek dan stimulus domestik.

Komentar
Posting Komentar