Rupiah Melemah di Awal Februari 2026, Pasar Saham dan Kripto Berfluktuasi
Pasar keuangan Indonesia memasuki Rabu, 4 Februari 2026, dengan tekanan pada nilai tukar rupiah yang melemah ke Rp16.763 per dolar AS pada pembukaan, dipicu antisipasi data ekonomi AS dan RI. Sementara itu, IHSG dibuka menguat 0,35% ke level 8.151,05, menunjukkan pemulihan setelah gejolak akhir Januari akibat keputusan MSCI.
Pergerakan Forex dan Rupiah
Nilai tukar USD/IDR terkini berada di sekitar Rp16.394 dengan penguatan 0,66%, sementara EUR/USD melemah 0,70% ke 1,1660 dan GBP/USD turun tipis 0,08% ke 1,3428. Analis memperingatkan potensi pelemahan lebih lanjut jika rupiah tembus Rp16.990, terkait stabilitas SBN dan IHSG. Trader forex disarankan waspada volatilitas akibat data ekonomi global hari ini.
Harga Emas Antam Anjlok
Harga emas Antam hari ini turun tajam menjadi Rp2.844.000 per gram, koreksi Rp183.000 dari hari sebelumnya, sementara buyback Pegadaian di Rp2,7 juta per gram. Di Surabaya, harga serupa untuk ukuran kecil seperti 0,5 gram Rp1.472.000. Penurunan ini mencerminkan koreksi pasar komoditas di tengah penguatan dolar.
Pasar Kripto Masih Koreksi
Bitcoin (BTC) bergerak di USD76.547 dengan penurunan 1,97%, didukung RUU pendanaan AS meski dominasi USDT tinggi sinyal likuiditas rendah. Ethereum (ETH) ikut melemah ke Rp41,1 juta, sementara altcoin seperti CHESS dan OG justru menguat di fase koreksi pasar. Prediksi BTC rentang USD72.000-80.000 dengan potensi relief rally jika support bertahan.
Update Saham dan IHSG
IHSG diprediksi bergerak mendatar hari ini setelah penguatan pembukaan, dengan volume AS melonjak memengaruhi sentimen global. Saham top gainer termasuk BUVA (+24,06%), sementara foreign net sell Januari capai Rp8,68T tekan pasar. Investor disarankan beli spekulatif selektif di sektor tangguh domestik.
Kesimpulan
Pasar keuangan hari ini menunjukkan volatilitas tinggi dengan rupiah dan emas melemah, tapi IHSG dan BTC beri harapan pemulihan; investor lokal di Surabaya sebaiknya diversifikasi portofolio emas-kripto-saham sambil pantau data AS, prioritaskan manajemen risiko di tengah tekanan global.

Komentar
Posting Komentar