Pasar Saham Indonesia Menguat di Awal 2026
Investor asing membanjiri pasar saham Indonesia dengan net buy Rp2,04 triliun pada pekan pertama Januari 2026, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,8% ke level 8.936,75. Saham komoditas seperti AMMN (+3,16%), BUVA (+15,44%), dan EMAS (+6,47%) menjadi pendorong utama penguatan ini. Analis memprediksi IHSG berpeluang konsolidasi menguat hari ini dengan support di 8.900-8.732 dan resistance 9.002-9.050.
Harga Emas Antam Stagnan Stabil
Harga emas batangan Antam 1 gram bertahan di Rp2.602.000 pada pagi ini, Senin 12 Januari 2026, sama dengan hari sebelumnya. Emas UBS sedikit lebih tinggi di Rp2.676.000 per gram, sementara Galeri24 di Rp2.622.000, menunjukkan pasar emas lokal cenderung stabil di tengah fluktuasi global. Tren ini mencerminkan ketenangan investor yang masih memantau inflasi dan kebijakan suku bunga BI.
Forex: EUR/USD Tertekan Dolar AS
Pasangan EUR/USD ditutup turun 0,20% di 1.1636 pada Jumat lalu, tertekan penguatan dolar AS meski data penjualan ritel Zona Euro positif. Hari ini, pernyataan pejabat ECB seperti Guindos bisa memengaruhi pergerakan, dengan support di 1.1615-1.1594 dan resistance 1.1660-1.1684. Rupiah terhadap euro fluktuatif minggu ini antara Rp19.529 hingga Rp19.674.
Kripto Variatif, BTC dan ETH Menguat Tipis
Bitcoin (BTC) menguat 0,24% ke USD90.537 atau Rp1,52 miliar (kurs Rp16.820), sementara Ethereum (ETH) naik 1,06% ke USD3.109 atau Rp52,30 juta. Altcoin seperti XRP turun 1,54% ke USD2,05 dan Dogecoin -2,12% ke USD0,1366, tapi Cardano (ADA) bertahan hijau +0,23%. Pasar kripto sideways menanti katalis baru setelah penurunan bulanan BTC 1,92%.
Kesimpulan
Pasar keuangan hari ini menunjukkan sentimen positif di saham dan kripto utama, dengan emas dan forex lebih stabil; investor disarankan pantau aliran asing dan kebijakan moneter global untuk peluang trading jangka pendek.

Komentar
Posting Komentar