Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru : Jumat, 3 April 2026


Update Pasar Keuangan: Emas Anjlok, Kripto Rebound, IHSG Volatile

Harga emas Antam anjlok signifikan hari ini, sementara pasar kripto menunjukkan rebound di tengah volatilitas global dan IHSG baru pulih dari tren penurunan. Pasar saham Indonesia dan forex juga dipengaruhi ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Penurunan Harga Emas

  • Harga emas Antam 24 karat turun Rp65.000 per gram menjadi Rp2,8 juta pada Jumat, 3 April 2026, menurut data Logam Mulia.
  • Penurunan ini terjadi setelah rekor tertinggi Rp3,168 juta per gram pada akhir Januari 2026, dipicu sentimen pasar global.
  • Di Pegadaian, varian seperti Galeri 24 dan UBS juga melemah, meski Antam sempat naik tipis di beberapa segmen.

Sumber: Readers.id, Radar Palembang

Rebound Pasar Kripto

  • Pasar kripto rebound setelah penurunan sebelumnya, dengan Bitcoin naik 2,87% dan kapitalisasi mencapai US$1.371 miliar.
  • Altcoin seperti SIREN melonjak 2.450% dalam 90 hari, tapi sinyal fundamental melemah berpotensi bull trap.
  • Pelepasan token besar seperti Sui (1 April) dan Aptos (12 April) dipantau investor, di tengah eksodus dana Rp675 triliun dari altcoin.

Sumber: Pintu News, Databoks Katadata

Volatilitas IHSG

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,93% menjadi 7.184 pada 1 April 2026 setelah empat hari turun, didorong saham UNVR, TLKM, dan bank seperti BBCA.
  • Pergerakan April terbatas oleh konflik Timur Tengah, dengan IHSG sempat anjlok 1,1% ke 7.105 akibat isyarat Presiden Trump soal Iran.
  • Investor waspada long weekend dan data inflasi Maret.

Sumber: Databoks Katadata, Beritamoneter

Update Forex

  • USD/IDR e-rate BCA stabil di kisaran Rp16.945 beli hingga Rp17.055 jual per 3 April 2026 pukul 03.48 WIB.
  • AUD/USD pulih di atas 0,7050 setelah kekhawatiran minyak mereda, didukung rilis cadangan G7 dan EIA.
  • EUR dan JPY juga fluktuatif, dipengaruhi pidato Trump yang sebut perang Iran sebagai "investasi masa depan".

Sumber: BCA Kurs, FXStreet

Kesimpulan

Hari ini, 3 April 2026, pasar keuangan campur aduk: emas dan saham volatile akibat geopolitik, kripto rebound tapi berisiko, serta forex stabil. Investor disarankan diversifikasi dan pantau konflik Timur Tengah untuk peluang trading jangka pendek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emas vs. Bitcoin di Sisa 2025: Siapa yang Unggul?

Video dari kanal Mine Stack ini menyajikan analisis komprehensif mengenai perbandingan investasi antara Emas (Gold) dan Bitcoin (BTC) , terutama dari sudut pandang geopolitik dan strategi *beta play*. 1. Perbandingan Kinerja Historis (Oktober 2022 - Sekarang) Bitcoin (BTC): Mencatatkan kenaikan 7-8 kali lipat . Secara fakta, BTC telah mengungguli (outperform) Emas dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir. Emas (Gold): Mencatatkan kenaikan sekitar 3 kali lipat (dari $1.600 ke $4.200 per ons). Meskipun grafiknya vertikal baru-baru ini, kenaikan persentasenya lebih kecil dari BTC. 2. Penentu Kinerja Masa Depan: Perang Mata Uang Global Kinerja aset ke depan sangat ditentukan oleh hasil pertarungan geopolitik antara AS dan aliansi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dll.): Skenario Pemenang Aset yang Diramalkan Unggul ...

Bitcoin ETF vs. Bitcoin Asli: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia (Pilih Akses Mudah atau Kontrol Penuh?)

Keyword Utama: Bitcoin ETF vs Bitcoin Asli Keyword Sekunder: Pajak Kripto Indonesia , Investasi Bitcoin untuk Pemula , Keuntungan & Kerugian Bitcoin ETF Pendahuluan: Gerbang Baru Investasi Bitcoin Persetujuan Bitcoin Exchange-Traded Fund (ETF) telah membuka pintu gerbang baru bagi investor di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan eksposur ke aset digital terbesar. Namun, muncul pertanyaan krusial: Apakah lebih baik membeli Bitcoin ETF atau memiliki Bitcoin Asli (fisik) secara langsung? Keputusan ini tidak hanya bergantung pada potensi keuntungan, tetapi juga pada toleransi risiko, kenyamanan teknis, dan implikasi perpajakan di Indonesia. Artikel ini akan membedah perbandingan komprehensif untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat. I. Akses dan Risiko: Siapa yang Lebih Nyaman? Perbedaan terbesar antara Bitcoin ETF dan Bitcoin as...

Waspada! Faktor & Tanda Kapan Harga Emas Akan Turun

Video ini membahas faktor-faktor utama dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai kapan harga emas berpotensi turun. Emas sering dianggap aset aman, tetapi harganya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan lokal. 5 Faktor Utama yang Memicu Penurunan Harga Emas Kenaikan Suku Bunga Global (Terutama The Fed): Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga, menyimpan uang dalam Dolar AS menjadi lebih menarik (imbal hasil tinggi). Investor beralih dari emas ke Dolar atau obligasi AS, menyebabkan permintaan global terhadap emas menurun dan menekan harga, termasuk harga emas Antam di Indonesia. Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS: Harga emas dunia dihitung dalam Dolar. Jika Dolar melemah dan Rupiah menguat (misalnya karena ekonomi Indonesia stabil), harga emas dalam Rupiah otomatis akan turun. Penurunan Permintaan di Dalam Negeri: Saat ekonomi membaik, masyarakat cenderung mengalihkan uang...

Review Aplikasi Investasi Pemula TERBAIK 2026 ! ETF Saham Amerika

Beberapa aplikasi trading saham Indonesia yang sangat populer di Google Play Store dan sering direkomendasikan untuk investor, khususnya pemula, antara lain: Stockbit Sangat populer karena fitur komunitas diskusi saham yang aktif dan lengkap. Memiliki fitur virtual trading untuk simulasi. Tersedia fitur analisis yang lengkap ( screener , chartbit , dll.). Ajaib Sangat populer di kalangan investor muda karena tampilannya yang simpel dan proses registrasi yang sangat cepat. Minimal deposit rendah dan direkomendasikan untuk pemula. Menawarkan investasi saham dan reksa dana. Bibit Awalnya terkenal sebagai aplikasi reksa dana berbasis robo advisor , namun kini juga menyediakan fitur investasi saham dan obligasi. Me...

Rangkuman dan Review Buku: Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia

Rangkuman Buku Buku ini adalah **biografi** yang mengabadikan perjalanan menakjubkan Lo Kheng Hong (LKH) , seorang investor saham legendaris di Indonesia, yang dijuluki " Warren Buffett Indonesia " . Buku ini secara komprehensif menceritakan bagaimana LKH, yang berasal dari latar belakang sederhana (tinggal di rumah kecil 4x10 meter), mampu mengubah nasibnya dan menjadi triliuner hanya melalui investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Poin-Poin Utama dalam Buku: Perjalanan Hidup dan Karier: Mengisahkan awal mula kehidupan LKH yang serba terbatas, perjuangannya meniti karier sebagai pegawai bank, hingga keputusannya untuk fokus sepenuhnya di dunia investasi saham. Filosofi Investasi Nilai (Value Investing): Inti dari buku ini adalah mengupas tuntas filosofi dan strategi investasi LKH, yang sangat berpegang teguh pada prinsip value investing ala Benjamin Graham dan Warren Buffett. Fokus Jangka Panjang: LKH adalah penganut investor jangka ...

Bitcoin bukan Safe-haven?

Ringkasan inti Diskusi mengenai peran Bitcoin sebagai safe haven tetap hangat, tetapi konsensus akademik dan praktisi belum bulat. Beberapa laporan menunjukkan Bitcoin bisa bertindak sebagai pelindung nilai jangka pendek, namun secara konsisten sebagai safe haven jangka panjang masih dipertanyakan. [1][2][3] Emas tetap menjadi aset lindung nilai yang lebih stabil dan konsisten dibandingkan bitcoin dalam berbagai krisis, meskipun minat institusional terhadap BTC meningkat seiring adopsi ETF bitcoin dan permintaan inovatif lainnya. [4][5][3] Ketegangan perdagangan, inflasi, dan dinamika kebijakan moneter global mendorong pergeseran minat ke aset-aset safe haven tradisional sembari mencoba menguji potensi Bitcoin sebagai komplementar portofolio. [6][7][8] Pendalaman tema: apakah Bitcoin benar-benar safe haven? Bukti historis terkait safe haven menunjukkan emas , mata uang negara tertentu (misalnya franc Swiss ), dan obligasi pemerintah ...

Berita Bisnis Terbaru: Senin, 10 November 2025

Berita Bisnis dan Ekonomi Indonesia Terkini Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat melambat menjadi 5,04% secara tahunan. Meskipun melambat, hasil ini masih di atas ekspektasi beberapa analis dan memberikan harapan positif bagi pasar. Cadangan devisa Indonesia juga menguat kembali ke level US$ 149,9 miliar, yang menambah keyakinan terhadap stabilitas rupiah di tengah kondisi global yang dinamis. Aliran dana asing masuk ke pasar saham Indonesia masih kuat, dengan transaksi mencapai Rp 876 miliar pada perdagangan akhir pekan lalu. Prediksi dan Rekomendasi Saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini dengan kisaran pergerakan di level 8.320-8.470. Saham-saham unggulan yang menjadi favorit investor asing meliputi BBCA , BREN , BBNI, ASII, dan BMRI. Namun, analis juga mengingatkan adanya potensi konsolidasi pasar karena kenaikan IHSG mulai menunjukkan tanda kejenuhan. Target...