Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru : Selasa, 10 Maret 2026


IHSG Berpotensi Rebound di Tengah Gejolak Global

Pada Selasa, 10 Maret 2026, pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah penurunan tajam sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak di rentang support 7.071-7.226 dan resistance 7.481-7.712, dengan potensi rebound didukung aksi beli investor asing senilai Rp750 miliar kemarin.

Rekomendasi Saham Unggulan Hari Ini

Analis merekomendasikan saham seperti PTBA, HRUM, DEWA, dan INET untuk perdagangan hari ini, setelah saham BUMI, PTRO, MDKA, ITMG, serta DEWA banyak dibeli asing. IHSG kemarin ditutup merosot 3,27%, tapi sinyal positif muncul dari top gainer sebelumnya seperti SKBM yang naik 24,65%.

Harga Emas Antam Menguat Lagi

Harga emas Antam naik Rp8.000-Rp43.000 menjadi Rp3.047.000 per gram pada 10 Maret 2026, menjadikannya aset safe-haven favorit di tengah ketidakpastian. Buyback juga menguat, dengan ukuran 0,5 gram Rp1.573.500 hingga 5 gram Rp15.010.000.

Rupiah Melemah ke Rp16.900-an per USD

Kurs USD/IDR berada di sekitar 16.891-16.970, turun 0,34% kemarin tapi mendekati rekor terendah akibat kekuatan dolar AS dan konflik Timur Tengah. Rupiah diproyeksi 16.930 akhir kuartal, memengaruhi trading forex dan impor.

Kripto Naik, BTC Rp1,16 Miliar

Bitcoin (BTC) tembus Rp1.168 miliar (+4,25%), Ethereum (ETH) Rp34 juta (+3,12%), sementara biaya transaksi di bursa lokal turun 50% sejak Maret. Tren positif ini untungkan trader kripto Indonesia.


Kesimpulan

Pasar keuangan hari ini cerah untuk saham dan kripto dengan potensi rebound IHSG serta kenaikan emas, meski rupiah tertekan; investor disarankan pantau resistance IHSG dan diversifikasi ke aset safe-haven.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berita Bisnis Terbaru : Jumat, 3 April 2026

Update Pasar Keuangan: Emas Anjlok, Kripto Rebound, IHSG Volatile Harga emas Antam anjlok signifikan hari ini, sementara pasar kripto menunjukkan rebound di tengah volatilitas global dan IHSG baru pulih dari tren penurunan. Pasar saham Indonesia dan forex juga dipengaruhi ketegangan geopolitik Timur Tengah. Penurunan Harga Emas Harga emas Antam 24 karat turun Rp65.000 per gram menjadi Rp2,8 juta pada Jumat, 3 April 2026, menurut data Logam Mulia. Penurunan ini terjadi setelah rekor tertinggi Rp3,168 juta per gram pada akhir Januari 2026, dipicu sentimen pasar global. Di Pegadaian, varian seperti Galeri 24 dan UBS juga melemah, meski Antam sempat naik tipis di beberapa segmen. Sumber: Readers.id, Radar Palembang Rebound Pasar Kripto Pasar kripto rebound setelah penurunan sebelumnya, dengan Bitcoin naik 2,87% dan kapitalisasi mencapai US$1.371 miliar. Altcoin seperti SIREN melonjak 2.450% dalam 90 hari, tapi sinyal fundamental melemah berpotensi bull t...

Berita Bisnis Hari ini

  Aliran Modal Asing Masuk Rp1 Triliun Pekan Ini, Pasar Saham Indonesia Bergerak Positif Pasar saham Indonesia mencatatkan aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp1 triliun pada pekan terakhir Oktober 2025, meskipun secara kumulatif sejak awal tahun modal asing masih keluar bersih Rp179,17 triliun. Modal asing ini terutama masuk ke pasar saham sebesar Rp4,40 triliun, dengan keluaran modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Nilai tukar rupiah juga menguat tipis ke level Rp16.620 per dolar AS, dan imbal hasil SBN 10 tahun naik tipis menjadi 6,04 persen. Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik. Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi para investor terkait stabilitas pasar keuangan Indonesia. Harga Emas Mulai Fluktuatif, namun Proyeksi Naik di November Harga emas dunia mulai menunjukkan fluktuasi dalam beberapa hari terakhir, tapi seca...

Berita Bisnis Hari ini

Bisnis & Investasi: IHSG Menguat Didukung Sentimen The Fed Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini dibuka menguat ke level 8.177,83 dengan kenaikan 0,91% dan potensi untuk terus naik hingga menembus level resistance 8.180-8.200. Penguatan ini dipicu oleh keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps), memberikan sentimen positif di pasar saham Indonesia. Investor asing juga melakukan aksi beli dengan nilai net buy mencapai Rp3,8 triliun. Sektor-sektor yang memimpin penguatan antara lain basic materials (3,44%), financials (1,56%), consumer cyclicals (1,54%), dan transportasi-logistik (0,97%). Saham unggulan seperti BBRI , BMRI , SMGR , serta saham-saham sektor konsumer dan energi mengalami kenaikan signifikan. Namun, ada ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed ke depan yang dapat memberikan tekanan pada pergerakan IHSG selanjutnya. Rekomendasi saham hari ini dari para analis a...

Berita Bisnis Hari ini

Pergerakan Pasar Saham dan Prediksi IHSG Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025, ditutup turun 1,04% dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,06 triliun dan volume sebanyak 29,02 miliar lembar saham. Meski demikian, ada aksi beli oleh investor asing sebesar Rp 170 miliar dengan saham-saham pilihan seperti BBCA , ASII , AMRT , IMPC , dan UNTR yang banyak dibeli asing. Untuk hari Kamis, 23 Oktober 2025, para analis memperkirakan IHSG berpotensi kembali menguat, dengan level support di kisaran 8.050-8.100 dan resistance di 8.250-8.300. Namun, penguatan ini diperkirakan terbatas dan ada potensi koreksi ke rentang 8.033-8.120. Rekomendasi saham untuk dicermati hari ini termasuk PT Surya Internusa Semesta (SSIA), PT Jhonlin Agro Raya (JARR), dan PT Bank Central Asia (BBCA) serta opsi buy on weakness untuk ADRO , AKRA , KLBF , dan speculative buy untuk MDKA . Harga Emas Terkini dan Prediksi Harga emas di pasar dunia mengalami tekanan turun dan saat in...

⚖️ Emas vs Perak: Pilih Mana untuk Investasi Logam Mulia Terbaik Anda?

Investasi Emas , Investasi Perak, Logam Mulia, Safe Haven, Volatilitas Memilih instrumen investasi yang tepat seringkali menjadi tantangan, apalagi di tengah banyaknya pilihan. Dua logam mulia, emas dan perak , telah lama menjadi pilihan favorit. Emas dikenal sebagai "aset safe haven ", sementara perak menawarkan potensi pertumbuhan yang agresif. Namun, di antara kedua aset berharga ini, manakah yang paling ideal untuk portofolio Anda? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan investasi emas dan perak dari berbagai sisi agar Anda dapat mengambil keputusan yang paling optimal. 🌟 Emas: Stabilitas, Likuiditas, dan Perlindungan Nilai Jangka Panjang Emas telah menjadi standar kekayaan selama ribuan tahun. Dalam dunia investasi modern, emas memegang peran krusial, terutama bagi investor yang mengutamakan keamanan dan stabilitas. ✅ Keunggulan Investasi Emas: Stabilitas dan Safe Haven : Harga emas cenderung lebih stabil dan seringkali meningkat saat terjadi...

Berita Bisnis Hari ini

Kondisi Pasar Emas Terbaru Harga emas Antam di Pegadaian pada hari ini mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp36.000 per gram menjadi Rp2.590.000 . Kenaikan ini dipicu oleh penguatan harga emas dunia yang mencapai sekitar US$4.132,76 per troy ounce serta ketegangan geopolitik terbaru dan ekspektasi data inflasi AS yang mempengaruhi pasar global. Sebagai aset safe haven , emas kembali mendapat minat investor karena kondisi ekonomi dan geopolitik yang masih dinamis. Selain itu, harga emas dari merek lain seperti Galeri24 dan UBS juga mengalami kenaikan, masing-masing dijual di kisaran Rp2.445.000 dan Rp2.454.000 per gram . Namun, harga emas batangan Antam yang dijual di pasar lain tercatat turun tipis menjadi Rp2.350.000 per gram , sehingga ada perbedaan harga tergantung platform dan tempat penjualan (Pegadaian vs pasar umum). Secara global, harga emas juga sempat mengalami fluktuasi karena perkembangan data ekonomi AS yang mempengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga dari...

Warren Buffett: Mengapa Emas Adalah "Aset Paling Berbahaya" Saat Ini dan Strategi Investasi Anti-Gagal (3 Langkah Jenius)

Meta Deskripsi: Pahami mengapa Warren Buffett menyebut emas sebagai " aset paling berbahaya " dalam pandangan terakhirnya. Temukan konsep " Divergensi Kekayaan Besar " dan 3 langkah strategis investasi Buffett untuk membangun kekayaan jangka panjang, mengalahkan inflasi , dan mengoptimalkan portofolio. Emas di Tengah Ketakutan Inflasi: Benarkah Aset "Penyelamat"? Dalam lingkungan keuangan yang penuh gejolak, inflasi tinggi, dan ketidakpastian global, emas kembali menjadi sorotan. Banyak pakar menyebut logam mulia ini sebagai satu-satunya " jangkar di tengah badai ." Namun, investor legendaris dan Oracle of Omaha , Warren Buffett , justru mengeluarkan peringatan keras: "Ini adalah waktu paling berbahaya untuk Emas." Mengapa Buffett, yang dikenal sebagai investor nilai , memiliki pandangan yang bertentangan dengan sentimen pasar saat ini? Jawabannya terletak pada pemahaman fundamental tentang apa itu emas—dan apa yang seharus...