Pasar keuangan global dan domestik hari ini menunjukkan volatilitas tinggi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah, memengaruhi kripto, saham, emas, dan forex.
Kripto Hijau Meski Fear Dominan
Harga Bitcoin (BTC) menguat 4,65% menjadi USD 68.786 pada 3 Maret 2026, sementara Ethereum (ETH) naik lebih dari 4%, dorong kapitalisasi pasar kripto tetap solid di triliunan dolar AS. Indeks Fear & Greed berada di level 20 (Fear), tapi altcoin season berpotensi terbentuk berdasarkan indikator teknikal. Industri kripto Indonesia memasuki babak baru dengan fokus tata kelola dan kepercayaan investor.
Saham IHSG Tertekan Jual
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 2,66% ke 8.016, dan hari ini diprediksi lanjut melemah menguji support di bawah 8.000 akibat tekanan jual investor asing Rp631 miliar. Rekomendasi saham dari MNC Sekuritas termasuk HRTA (Spec Buy), EXCL & PSAB (Buy on Weakness), serta BMRI (Sell on Strength). Saham konsumen non-primer, perindustrian, dan properti jadi pemberat utama.
Emas Antam Koreksi Ringan
Harga emas Antam turun Rp13.000 menjadi Rp3.122.000 per gram pada 3 Maret 2026, dengan buyback Rp2.901.000 per gram; penurunan ini setelah lonjakan sebelumnya akibat safe-haven demand. Variasi harga untuk ukuran lain: 0,5 gram Rp1.611.000, 2 gram Rp6.184.000.
Forex Rupiah Melemah
Kurs USD/IDR naik ke 16.860 pada 2 Maret 2026 (naik 0,35%), Rupiah melemah 0,55% sebulan terakhir dipicu ketegangan Timur Tengah dan indeks dolar kuat. Kurs pajak resmi periode 25 Februari-3 Maret: USD Rp16.898 (naik Rp80). Bank Indonesia janji stabilkan rupiah di pasar valas.
Kesimpulan
Hari ini, kripto beri peluang buy di tengah fear, sementara saham dan emas butuh hati-hati akibat koreksi; forex tunjukkan Rupiah tertekan—investor disarankan wait-and-see pantau geopolitik untuk trading bijak.

Komentar
Posting Komentar