Update Pasar Keuangan Indonesia: BI Rate Stabil, IHSG Menguat, Emas & Kripto Fluktuatif
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% usai Rapat Dewan Gubernur 16-17 Maret 2026, sejalan dengan ekspektasi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global. Keputusan ini memengaruhi sentimen investor di pasar saham, emas, forex, dan kripto hari ini, 18 Maret 2026.
Pergerakan IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,20% di level 7.106,84 pada 17 Maret 2026, dengan nilai transaksi Rp24,44 triliun setelah sempat melemah di awal pekan. Hari ini, pasar libur cuti bersama Nyepi, sehingga aktivitas trading tertunda hingga 20 Maret, tapi sentimen positif dari BI Rate berpotensi mendukung rebound lanjutan.
Harga Emas Antam
Harga emas Antam mengalami penurunan tipis Rp4.000 per gram menjadi sekitar Rp2.988.000-Rp3.093.000 pada 18 Maret 2026, dengan buyback di Rp2.744.000-Rp2.812.000 tergantung penjual. Tren stabil ini dipengaruhi konsolidasi emas global di USD5.020 per troy ounce, meski prediksi tembus Rp3 juta masih mengintai jika ketegangan geopolitik memanas.
Pasar Kripto
Bitcoin (BTC) menguat tipis 0,45% ke USD74.676 dengan kapitalisasi USD1,49 triliun, sementara Ethereum (ETH) turun 0,58% ke USD2.337. XRP naik 0,10% ke USD1,53, mencerminkan sikap hati-hati investor kripto di tengah volatilitas dan aliran modal institusional yang mulai kembali ke BTC.
Sentimen Forex
Peredaran forex menunjukkan USD menguat terhadap beberapa mata uang, dengan EUR/USD berakhir dekat 1.1400 dan USD/JPY naik di tengah kekuatan dolar AS serta data ketenagakerjaan Kanada lemah. BI Rate stabil memperkuat posisi rupiah, tapi trader forex waspada risiko intervensi dan indeks dolar AS yang tinggi.
Kesimpulan
Hari ini, pasar keuangan Indonesia menunjukkan ketahanan dengan BI Rate tak berubah dan IHSG rebound kuat, meski emas dan kripto fluktuatif—sinyal positif bagi investor jangka panjang untuk diversifikasi aset aman seperti emas sambil pantau libur pasar Nyepi.

Komentar
Posting Komentar