Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru : Jumat, 13 Maret 2026


Pasar Keuangan Indonesia Hari Ini: IHSG Melemah, Bitcoin Konsolidasi, Emas Fluktuatif

Pergerakan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka memerah pada Jumat, 13 Maret 2026, turun 23,30 poin atau 0,32 persen menjadi 7.338,82.

Analis memprediksi pergerakan konsolidatif dengan support di 7.300 dan resistance 7.420, dipengaruhi konflik geopolitik Timur Tengah.

Indeks LQ45 juga melemah 0,36 persen ke 748,45, menandakan sentimen bearish sementara di pasar saham domestik.

Update Kripto

Bitcoin (BTC) bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran US$69.000–US$72.000 pada 13 Maret 2026, setelah rebound dari US$63.000–US$65.000 di Februari.

Resistance kuat di US$72.000–US$74.000, sementara support penting di US$67.000–US$69.000; potensi naik ke US$76.000 jika breakout terjadi.

Bursa kripto CFX memangkas biaya transaksi 50 persen mulai Maret, menjadi 0,02 persen, menguntungkan investor ritel.

Harga Emas

Harga emas Antam mengalami fluktuasi; pada 12 Maret 2026 turun Rp45.000 menjadi Rp3.042.000 per gram, sementara UBS dan Galeri24 naik Rp7.000 per gram.

Saham emas seperti ANTM dan ARCI tertekan profit taking, turun masing-masing 4,3 persen ke Rp4.410 dan 5,3 persen ke Rp1.890 pada awal Maret.

Tren ini mencerminkan tekanan sektor industri dasar di tengah volatilitas global.

Forex dan Mata Uang

Kurs USD/IDR pada 13 Maret 2026 mencapai e-Rate beli Rp16.925 dan jual Rp16.945 pukul 11:56 WIB, menunjukkan penguatan dolar AS.

Prakiraan AUD/USD mundur ke 0,7050 dengan pandangan konstruktif, sementara perak XAG/USD rebound ke US$85,00 tapi risiko bearish tetap ada.

Volatilitas harga minyak global turut memengaruhi IHSG dan forex.

Kesimpulan

Pasar keuangan hari ini didominasi konsolidasi dan tekanan bearish akibat geopolitik, dengan peluang rebound di kripto dan emas jika support bertahan.

Investor disarankan pantau level kunci dan kelola risiko di tengah volatilitas tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2025

Memulai investasi kini semakin mudah berkat hadirnya berbagai aplikasi investasi yang ramah bagi pemula, menawarkan kemudahan penggunaan, keamanan, serta fitur edukasi lengkap. Berikut 7 aplikasi rekomendasi yang cocok bagi yang baru ingin mulai investasi di tahun 2025. 1. Pintu Pintu menjadi salah satu aplikasi populer bagi pemula yang ingin berinvestasi di aset kripto seperti Bitcoin , Ethereum , dan Solana . Fitur unggulannya termasuk Pintu Earn untuk menabung crypto, Auto DCA otomatis, dan Pintu Academy untuk belajar investasi kripto. Selain itu, Pintu Pro menawarkan platform trading lengkap dengan fitur spot dan futures yang diatur secara resmi, mendukung leverage hingga 25x untuk peluang maksimal di pasar volatil. 2. Bareksa Bareksa fokus pada produk reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI dan Sukuk Tabungan , dengan ratusan produk dari manajer investasi terpercaya. Sebagai mitra resmi pemerintah, aplikasi ini memberikan rasa aman karena semua transa...

Waspada! Faktor & Tanda Kapan Harga Emas Akan Turun

Video ini membahas faktor-faktor utama dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai kapan harga emas berpotensi turun. Emas sering dianggap aset aman, tetapi harganya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan lokal. 5 Faktor Utama yang Memicu Penurunan Harga Emas Kenaikan Suku Bunga Global (Terutama The Fed): Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga, menyimpan uang dalam Dolar AS menjadi lebih menarik (imbal hasil tinggi). Investor beralih dari emas ke Dolar atau obligasi AS, menyebabkan permintaan global terhadap emas menurun dan menekan harga, termasuk harga emas Antam di Indonesia. Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS: Harga emas dunia dihitung dalam Dolar. Jika Dolar melemah dan Rupiah menguat (misalnya karena ekonomi Indonesia stabil), harga emas dalam Rupiah otomatis akan turun. Penurunan Permintaan di Dalam Negeri: Saat ekonomi membaik, masyarakat cenderung mengalihkan uang...

Strategi Danantara di Pasar Modal: Pandu Sjahrir Ungkap Fokus Fundamental, Hilirisasi, dan Misi Jadi Top 3 Asia

Danantara Investment Management , Pandu Sjahrir , Strategi Investasi Danantara, Pasar Modal Indonesia, Sovereign Wealth Fund , Investasi BUMN, Saham Fundamental, Hilirisasi SDA Danantara Investment Management (Daya Anagata Nusantara) , sebagai Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang mengelola aset negara, menjadi sorotan utama di kalangan investor. Dalam wawancara eksklusif, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, memaparkan strategi ambisius yang tidak hanya bertujuan mencari return finansial, tetapi juga membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dan pasar modal terdepan di Asia. Berikut adalah poin-poin kunci dari strategi investasi Danantara yang berfokus pada pembangunan jangka panjang dan peningkatan kepercayaan pasar. 1. Misi Utama: Menciptakan Kepercayaan (Confidence) dan Long-Term Value Danantara beroperasi sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), yang berarti fokus utamanya adalah menciptakan nilai aset negara secara berkelanjutan untuk generasi menda...

Rangkuman dan Review Buku: Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia

Rangkuman Buku Buku ini adalah **biografi** yang mengabadikan perjalanan menakjubkan Lo Kheng Hong (LKH) , seorang investor saham legendaris di Indonesia, yang dijuluki " Warren Buffett Indonesia " . Buku ini secara komprehensif menceritakan bagaimana LKH, yang berasal dari latar belakang sederhana (tinggal di rumah kecil 4x10 meter), mampu mengubah nasibnya dan menjadi triliuner hanya melalui investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Poin-Poin Utama dalam Buku: Perjalanan Hidup dan Karier: Mengisahkan awal mula kehidupan LKH yang serba terbatas, perjuangannya meniti karier sebagai pegawai bank, hingga keputusannya untuk fokus sepenuhnya di dunia investasi saham. Filosofi Investasi Nilai (Value Investing): Inti dari buku ini adalah mengupas tuntas filosofi dan strategi investasi LKH, yang sangat berpegang teguh pada prinsip value investing ala Benjamin Graham dan Warren Buffett. Fokus Jangka Panjang: LKH adalah penganut investor jangka ...

Saham vs Obligasi: Mana yang Lebih Menguntungkan? Pahami Risikonya!

Investasi merupakan kunci untuk mencapai kebebasan finansial di masa depan. Dua instrumen investasi yang paling populer dan sering diperbandingkan adalah Saham dan Obligasi . Keduanya memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda. Jadi, mana yang lebih recommended atau menguntungkan? Jawabannya sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan finansial Anda . Memahami Perbedaan Mendasar Sebelum menentukan pilihan, penting untuk memahami esensi dari kedua instrumen ini: 1. Saham (Equity) 📈 Hak Kepemilikan : Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan penerbit. Potensi Keuntungan : Capital Gain : Keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Dividen : Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham (jika perusahaan untung dan memutuskan untuk membagikannya). Risiko: Tinggi ( High Risk - High Return ) . Nil...

Review Aplikasi Investasi Pemula TERBAIK 2026 ! ETF Saham Amerika

Beberapa aplikasi trading saham Indonesia yang sangat populer di Google Play Store dan sering direkomendasikan untuk investor, khususnya pemula, antara lain: Stockbit Sangat populer karena fitur komunitas diskusi saham yang aktif dan lengkap. Memiliki fitur virtual trading untuk simulasi. Tersedia fitur analisis yang lengkap ( screener , chartbit , dll.). Ajaib Sangat populer di kalangan investor muda karena tampilannya yang simpel dan proses registrasi yang sangat cepat. Minimal deposit rendah dan direkomendasikan untuk pemula. Menawarkan investasi saham dan reksa dana. Bibit Awalnya terkenal sebagai aplikasi reksa dana berbasis robo advisor , namun kini juga menyediakan fitur investasi saham dan obligasi. Me...

Berita Bisnis Terbaru: 5 November 2025

Pancaran Sentimen Positif Dorong Pasar Emas, Forex, Kripto, dan Saham di Awal November 2025 Emisi data ekonomi Indonesia dan global menunjukkan tren pemulihan yang moderat meskipun ada ketidakpastian global. Pemerintah Indonesia menegaskan momentum pertumbuhan tetap terjaga melalui kebijakan fiskal , reformasi struktural , dan dukungan terhadap investasi swasta . Konsensus pasar menyoroti potensi dorongan belanja pemerintah sebagai akselerator utama pada kuartal IV-2025, meski volatilitas eksternal tetap tinggi. Efeknya, sektor keuangan nasional menunjukkan perbaikan likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko terdampak stabilitas fiskal yang lebih kuat. Harga emas cenderung stabilize memasuki bulan November, dipicu oleh kekhawatiran geopolitik yang berangsur meredam risiko inflasi. Sentimen risiko global yang terkendali mendorong investor mencari lindung nilai di logam mulia ini, meski beberapa analis memperkirakan volatilitas tetap terjadi seiring rili...