Langsung ke konten utama

Berita Bisnis Terbaru: Minggu, 8 Februari 2026


Pasar keuangan global dan domestik menunjukkan volatilitas tinggi pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan kripto lesu, emas mencatat rekor baru, saham IHSG terkoreksi tajam, serta forex dipengaruhi proyeksi suku bunga bank sentral.

Update Kripto

Bitcoin (BTC) kembali lesu di bawah USD 70.000, turun 1,71% akibat insiden kesalahan distribusi di bursa Bithumb Korea Selatan yang memicu aksi jual massal senilai miliaran dolar. Ethereum (ETH) menunjukkan ketahanan dengan kenaikan tipis di kisaran USD 2.079, sementara altcoin seperti Midnight (NIGHT), Hyperliquid (HYPE), dan Monero (XMR) diprediksi berpotensi capai all-time high baru di Februari berkat sinyal on-chain positif dan narasi privasi. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan tertekan, tapi peluang cuan muncul dari anomali musiman Imlek 2026.

Harga Emas

Harga emas Antam hari ini tembus rekor Rp 3.211.000 per gram untuk jual, dengan buyback Rp 2.771.000, sementara emas UBS dan Galeri 24 juga variatif di Pegadaian. Secara global, emas spot mencapai USD 4.988,6 per troy ounce, didorong ketidakpastian ekonomi dan inflasi rendah di zona euro. Investor ritel di Indonesia ramai beli emas fisik sebagai lindung nilai.

Pergerakan Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup pekan di 7.935,26, anjlok 4,73% sepekan akibat aksi jual sektor teknologi AS yang menular ke emerging markets seperti Indonesia. Kapitalisasi pasar susut ke Rp 14.341 triliun, dengan transaksi harian melandai signifikan. Pasar memasuki fase konsolidasi di bawah level psikologis 8.000.

Sentimen Forex

Dolar AS menguat meski data pekerjaan lemah, didukung proyeksi The Fed potong suku bunga -50 bp di 2026, sementara ECB pertahankan stabil pasca inflasi zona euro turun ke 1,7%. Rekomendasi trading waspada profit-taking, dengan fokus pada data manufaktur dan kebijakan BOJ/ECB. Pasar valuta asing volatil menjelang konferensi pers bank sentral.


Kesimpulan

Hari ini, emas jadi aset safe haven terkuat dengan rekor harga, sementara kripto dan saham bergejolak—saran investor diversifikasi portofolio, pantau kebijakan FOMC serta data global untuk peluang trading jangka pendek di forex dan altcoin potensial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emas vs. Bitcoin di Sisa 2025: Siapa yang Unggul?

Video dari kanal Mine Stack ini menyajikan analisis komprehensif mengenai perbandingan investasi antara Emas (Gold) dan Bitcoin (BTC) , terutama dari sudut pandang geopolitik dan strategi *beta play*. 1. Perbandingan Kinerja Historis (Oktober 2022 - Sekarang) Bitcoin (BTC): Mencatatkan kenaikan 7-8 kali lipat . Secara fakta, BTC telah mengungguli (outperform) Emas dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir. Emas (Gold): Mencatatkan kenaikan sekitar 3 kali lipat (dari $1.600 ke $4.200 per ons). Meskipun grafiknya vertikal baru-baru ini, kenaikan persentasenya lebih kecil dari BTC. 2. Penentu Kinerja Masa Depan: Perang Mata Uang Global Kinerja aset ke depan sangat ditentukan oleh hasil pertarungan geopolitik antara AS dan aliansi BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dll.): Skenario Pemenang Aset yang Diramalkan Unggul ...

Bitcoin ETF vs. Bitcoin Asli: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia (Pilih Akses Mudah atau Kontrol Penuh?)

Keyword Utama: Bitcoin ETF vs Bitcoin Asli Keyword Sekunder: Pajak Kripto Indonesia , Investasi Bitcoin untuk Pemula , Keuntungan & Kerugian Bitcoin ETF Pendahuluan: Gerbang Baru Investasi Bitcoin Persetujuan Bitcoin Exchange-Traded Fund (ETF) telah membuka pintu gerbang baru bagi investor di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan eksposur ke aset digital terbesar. Namun, muncul pertanyaan krusial: Apakah lebih baik membeli Bitcoin ETF atau memiliki Bitcoin Asli (fisik) secara langsung? Keputusan ini tidak hanya bergantung pada potensi keuntungan, tetapi juga pada toleransi risiko, kenyamanan teknis, dan implikasi perpajakan di Indonesia. Artikel ini akan membedah perbandingan komprehensif untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat. I. Akses dan Risiko: Siapa yang Lebih Nyaman? Perbedaan terbesar antara Bitcoin ETF dan Bitcoin as...

Bitcoin bukan Safe-haven?

Ringkasan inti Diskusi mengenai peran Bitcoin sebagai safe haven tetap hangat, tetapi konsensus akademik dan praktisi belum bulat. Beberapa laporan menunjukkan Bitcoin bisa bertindak sebagai pelindung nilai jangka pendek, namun secara konsisten sebagai safe haven jangka panjang masih dipertanyakan. [1][2][3] Emas tetap menjadi aset lindung nilai yang lebih stabil dan konsisten dibandingkan bitcoin dalam berbagai krisis, meskipun minat institusional terhadap BTC meningkat seiring adopsi ETF bitcoin dan permintaan inovatif lainnya. [4][5][3] Ketegangan perdagangan, inflasi, dan dinamika kebijakan moneter global mendorong pergeseran minat ke aset-aset safe haven tradisional sembari mencoba menguji potensi Bitcoin sebagai komplementar portofolio. [6][7][8] Pendalaman tema: apakah Bitcoin benar-benar safe haven? Bukti historis terkait safe haven menunjukkan emas , mata uang negara tertentu (misalnya franc Swiss ), dan obligasi pemerintah ...

Warren Buffett: Mengapa Emas Adalah "Aset Paling Berbahaya" Saat Ini dan Strategi Investasi Anti-Gagal (3 Langkah Jenius)

Meta Deskripsi: Pahami mengapa Warren Buffett menyebut emas sebagai " aset paling berbahaya " dalam pandangan terakhirnya. Temukan konsep " Divergensi Kekayaan Besar " dan 3 langkah strategis investasi Buffett untuk membangun kekayaan jangka panjang, mengalahkan inflasi , dan mengoptimalkan portofolio. Emas di Tengah Ketakutan Inflasi: Benarkah Aset "Penyelamat"? Dalam lingkungan keuangan yang penuh gejolak, inflasi tinggi, dan ketidakpastian global, emas kembali menjadi sorotan. Banyak pakar menyebut logam mulia ini sebagai satu-satunya " jangkar di tengah badai ." Namun, investor legendaris dan Oracle of Omaha , Warren Buffett , justru mengeluarkan peringatan keras: "Ini adalah waktu paling berbahaya untuk Emas." Mengapa Buffett, yang dikenal sebagai investor nilai , memiliki pandangan yang bertentangan dengan sentimen pasar saat ini? Jawabannya terletak pada pemahaman fundamental tentang apa itu emas—dan apa yang seharus...

Waspada! Faktor & Tanda Kapan Harga Emas Akan Turun

Video ini membahas faktor-faktor utama dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai kapan harga emas berpotensi turun. Emas sering dianggap aset aman, tetapi harganya dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan lokal. 5 Faktor Utama yang Memicu Penurunan Harga Emas Kenaikan Suku Bunga Global (Terutama The Fed): Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga, menyimpan uang dalam Dolar AS menjadi lebih menarik (imbal hasil tinggi). Investor beralih dari emas ke Dolar atau obligasi AS, menyebabkan permintaan global terhadap emas menurun dan menekan harga, termasuk harga emas Antam di Indonesia. Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS: Harga emas dunia dihitung dalam Dolar. Jika Dolar melemah dan Rupiah menguat (misalnya karena ekonomi Indonesia stabil), harga emas dalam Rupiah otomatis akan turun. Penurunan Permintaan di Dalam Negeri: Saat ekonomi membaik, masyarakat cenderung mengalihkan uang...

7 Aplikasi Investasi Terbaik untuk Pemula di 2025

Memulai investasi kini semakin mudah berkat hadirnya berbagai aplikasi investasi yang ramah bagi pemula, menawarkan kemudahan penggunaan, keamanan, serta fitur edukasi lengkap. Berikut 7 aplikasi rekomendasi yang cocok bagi yang baru ingin mulai investasi di tahun 2025. 1. Pintu Pintu menjadi salah satu aplikasi populer bagi pemula yang ingin berinvestasi di aset kripto seperti Bitcoin , Ethereum , dan Solana . Fitur unggulannya termasuk Pintu Earn untuk menabung crypto, Auto DCA otomatis, dan Pintu Academy untuk belajar investasi kripto. Selain itu, Pintu Pro menawarkan platform trading lengkap dengan fitur spot dan futures yang diatur secara resmi, mendukung leverage hingga 25x untuk peluang maksimal di pasar volatil. 2. Bareksa Bareksa fokus pada produk reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) seperti ORI dan Sukuk Tabungan , dengan ratusan produk dari manajer investasi terpercaya. Sebagai mitra resmi pemerintah, aplikasi ini memberikan rasa aman karena semua transa...

Rangkuman dan Review Buku: Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia

Rangkuman Buku Buku ini adalah **biografi** yang mengabadikan perjalanan menakjubkan Lo Kheng Hong (LKH) , seorang investor saham legendaris di Indonesia, yang dijuluki " Warren Buffett Indonesia " . Buku ini secara komprehensif menceritakan bagaimana LKH, yang berasal dari latar belakang sederhana (tinggal di rumah kecil 4x10 meter), mampu mengubah nasibnya dan menjadi triliuner hanya melalui investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Poin-Poin Utama dalam Buku: Perjalanan Hidup dan Karier: Mengisahkan awal mula kehidupan LKH yang serba terbatas, perjuangannya meniti karier sebagai pegawai bank, hingga keputusannya untuk fokus sepenuhnya di dunia investasi saham. Filosofi Investasi Nilai (Value Investing): Inti dari buku ini adalah mengupas tuntas filosofi dan strategi investasi LKH, yang sangat berpegang teguh pada prinsip value investing ala Benjamin Graham dan Warren Buffett. Fokus Jangka Panjang: LKH adalah penganut investor jangka ...